Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembalap Spanyol Ion Izagirre memisahkan diri dari peloton untuk melaju solo menuju finis etape 12 Tour de France yang menempuh jalur berbukit melewati perkebunan anggur Beaujolais, Kamis (13/7).
Kemenangan itu mengakhiri penantian tujuh tahun Izagirre untuk memenangi etape pertamanya. Itu juga sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi tim Cofidis pada Tour de France tahun ini. Sebelumnnya, Victor Lafay mempersembahkan kemenangan pertama untuk tim dalam 15 tahun terakhir.
Setidaknya terdapat jalur menanjak sepanjang 25km dari Roanne ke Belleville ketika peloton pebalap terpecah. Kemudian, pada 80 kilometer jelang garis finis, sejumlah pembalap elite kembali berkelompok, namun kembali terpecah sebelum Izagirre membuat manuver penentu kemenangannya pada tanjakan kelima sekaligus yang terberat yaitu Col de la Croix Rosier.
Baca juga: Philipsen Raih Kemenangan Keempat di Etape Tour de France
"Saya menyerang pada pendakian terakhir dari jarak yang sangat jauh dan saya dapat mempertahankan perbedaan waktunya untuk meraih kemenangan," kata Izagirre dikutip laman resmi Tour de France.
Pebalap Prancis Mathieu Burgaudeau dan Matteo Jorgensen tertinggal satu menit di belakang Izagirre dan harus puas finis di urutan kedua dan ketiga.
Baca juga: Fabio Jakobsen Mundur dari Tour de France karena Cedera
"Saya yakin dengan kekuatan saya. Saya tahu bahwa apabila saya mendapatkan keunggulan yang cukup, musuh saya tidak akan melihat saya dan itu akan menguntungkan saya."
Di klasemen umum, juara bertahan Jonas Vingegaard masih mempertahankan keunggulan 17 detik atas rival utamanya Tadej Pogacar demi menjaga kaus kuning sebelum menjalani tiga etape berikutnya yang menempuh rute pegunungan.
Etape 13 pada Jumat diprediksi bakal menyaksikan kembalinya pertempuran para pesaing utama saat peloton pebalap berpacu menuju finis di puncak Le Grand Colombier di barisan pegunungan Jura.
"Setiap hari balapan itu berat, hari ini tidak terkecuali. Konsekuensi dari kesulitan ini akan terlihat pada pekan ketiga. Semuanya menyiapkan diri untuk Tour de France yang sangat berat. Saya akan siap untuk pertarungan besar besok dan semoga saya dapat tampil terbaik," kata Vingegaard.
Jonas Vingegaard membidik satu-satunya gelar Tur Utama (Grand Tour) yang belum pernah ia menangi sepanjang kariernya.
Tim balap sepeda Indonesia harus menerima hasil di luar harapan pada ajang SEA Games 2025. Turun pada nomor men’s team pursuit, Indonesia gagal meraih medali emas.
CABANG olahraga balap sepeda kembali menjadi salah satu kontributor perolehan medali emas kontingen Indonesia pada SEA Games Thailand 2025.
Hingga saat ini, balap sepeda telah menyumbangkan tiga medali emas dan dua perak untuk kontingen Merah Putih.
KONTINGEN Indonesia kembali menambah medali emas SEA Games 2025 dari cabang menembak serta balap sepeda.
Peluang Indonesia untuk meraih medali emas pertama di SEA Games 2025 diyakini terbuka lebar dari nomor Balap Sepeda Downhill.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved