Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic menolak disebut sebagai petenis terbaik sepanjang masa atau greatest of all time (GOAT) setelah memenangkan gelar Grand Slam ke-23, Minggu (11/6).
Petenis berusia 36 tahun itu menang straight set atas Casper Ruud di final Prancis Terbuka, menjauhkan diri dari Rafael Nadal yang sebelumnya sejajar dengan Djokovic dengan raihan 22 gelar Grand Slam.
Gelar ketiga di Roland Garros itu menjadi tambahan gelar Djokovic yang telah mengantongi 10 gelar di Australia Tebruka, tujuh gelar Wimbledon, dan tiga gelar Amerika Serikat (AS) Terbuka.
Baca juga: Jadi Juara Prancis Terbuka, Djokovic Cetak Sejarah
Djokovic menjadi satu-satunya petenis putra yang berhasil menjuarai semua turnamen Grand Slam sedikitnya tiga kali masing-masing.
Keberhasilan Djokovic menjadi juara di Roland Garros juga membuat Djokovic kembali ke peringkat satu dunia. itu merupakan pekan ke-388 petenis Serbia itu menjadi peringkat satu dunia.
"Saya tidak mau mengatakan saya GOAT karena saya merasa itu membuat saya tidak menghormati juara-juara hebat lainnya dari era yang berbeda," kata Djokovic.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal Prancis Terbuka untuk Ke-12 Kalinya
"Jadi, saya membiarkan diskusi mengenai GOAt ini kepada orang lain. Saya sangat percaya pada kemampuan diri saya dan atas yang bisa saya raih," lanjutnya.
Kemudian, Djokovic menegaskan, meski dia adalah juara Prancis Terbuka tertua, dirinya masih haus gelar Grand Slam.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan meraih gelar Grand Slam ke-24 dan ke-25, Djokovic menjawab, "Mengapa tidak?"
Sebanyak 11 gelar Grand Slam dimenangkan Djokovic setelah dia berusia 30 tahun.
Pensiun masih jauh dari benak petenis yang telah melihat rivalnya, Roger Federer, menggantungkan raketnya setelah memenangkan 20 gelar Grand Slam sementara Rafael Nadal, 37, telah menyatakan 2024 akan menjadi tahun terakhirnya bermain tenis.
"Tentu saja perjalanan saya belum usai. Saya merasa jika saya masih bisa menjadi juara turnamen Grand Slam, mengapa saya harus berpikir untuk pensiun? Saya siap bertanding untuk 20 tahun lagi," kata Djokovic.
"Sata masih termotivasi. Saya masih terinspirasi untuk memberikan yang terbaik di berbagai turnamen."
"Kini saya bersiap untuk tampil di Wimbledon," imbuh petenis yang berusaha menyamai rekor delapan gelar Wimbledon milik Federer. (AFP/Z-1)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved