Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Petenis Belarusia Aryna Sabalenka tampil luar biasa saat mengalahkan Iga Swiatek di final Madrid Terbuka, Sabtu (5/5). Itu merupakan kemenangan pertamanya di lapangan tanah liat melawan rival utamanya tersebut.
Petenis berusia 25 tahun itu selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya dari petenis Polandia itu di lapangan tanah liat tanpa memenangkan satu set pun. Tapi, kali ini, Sabalenka yang kini menempati peringkat kedua dunia, tampil lebih menyerang dan menang 6-3, 3-6, dan 6-3. Ini merupakan gelar kedua yang diraih Sabalenka di turnamen yang digelar di ibu kota Spanyol tersebut.
"Ini sesuatu yang luar biasa. Saya sangat senang bahwa saya bisa melawannya dan saya bisa mendapatkan kemenangan ini sehingga tidak terlalu membosankan bagi orang untuk menonton pertandingan kami," ujarnya, seusai pertandingan.
"Saya sangat menikmati bermain di lapangan tanah liat, karena saya memiliki waktu ekstra. Ini tidak supercepat, jadi saya bisa melakukan pukulan kuat saya. Juga ada reli-reli panjang.”
Bagi Sabalenka yang sukses membalas dendam atas kekalahan dari rival Polandianya di final Stuttgart dua minggu lalu, kemenangan kali ini sekaligus mengakhiri rentetan sembilan kemenangan beruntun yang diraih Swiatek.
Sabalenka meraih gelar ke-13 dalam kariernya dan gelar keduanya di lapangan tanah liat dalam waktu dua jam 25 menit. Kemenangan pada laga ini ditutup dengan sebuah pukulan forehand menyilang tak tak mampu dijangkau Swiatek.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama melawan Iga (Swiatek) di lapangan tanah liat. Selalu sulit melawannya," tambah Sabalenka.
Swiatek, yang gagal mendapatkan satu pun break point pada set pembuka, mampu memimpin 2-0 di set kedua karena lawannya kerap membuat kesalahan. Namun, saat tertinggal 1-3, Sabalenka yang mendapat empat break point, kembali melakukan servis dengan backhand winner yang keras.
Petenis Belarusia sekali lagi menempatkan Swiatek di bawah tekanan servisnya, tetapi petenis Polandia itu mampu menyelamatkan dua break point untuk bertahan. Swiatek menunjukkan permainan defensifnya yang bagus saat ia mematahkan lagi pukulan lawannya untuk memimpin 5-3 dan melakukan servis untuk memaksa set ketiga yang menentukan.
Di set ketiga, Sabalenka langsung unggul 2-0, untuk selanjutnya memimpin 5-3 hingga akhirnya menutup laga itu dengan 6-3. "Terkadang sulit, terkadang mudah. Itulah mengapa kami memiliki variasi dalam tenis," kata Swiatek.
Petenis nomor satu dunia itu mengkritik penyelenggara turnamen karena beberapa pertandingan digelar larut malam selama seminggu terakhir. "Tentu tidak menyenangkan bermain hingga jam 1 pagi. Tapi, saya senang bagaimanapun saya bisa melewati pengalaman ini dan bertahan hingga di final," ujarnya. (AFP/M-3)
Aryna Sabalenka, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen yang akan berlangsung di Doha pekan depan tersebut dengan alasan penyesuaian jadwal kompetisi.
Update peringkat tenis dunia (WTA) pasca Australian Open 2026. Elena Rybakina naik ke peringkat 3, Aryna Sabalenka kokoh di puncak.
Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, akhirnya merengkuh takhta Australia Terbuka 2026 setelah menumbangkan peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.
ELENA Rybakina memastikan tempat di final Australia Terbuka 2026 dan akan menghadapi Aryna Sabalenka setelah menyingkirkan Jessica Pegula 6-3, 7-6 (9/7).
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina. Sabalenka sempat protes ke wasit
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved