Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari bakal mengedepankan komunikasi dan diplomasi untuk menjamin gelaran ANOC World Beach Games di Bali pada Agustus mendatang tetap terlaksana.
Hal itu demi menepis kekhawatiran terkait keikutsertaan atlet Israel berkaca pada kasus Piala Dunia U-20.
"Yang pasti saya akan mengedepankan komunikasi dan diplomasi kepada seluruh stakeholder yang ada," ucap Dito seusai serah terima jabatan di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (4/4).
Baca juga : Menpora Segera Rampungkan Kontingen SEA Games
Dito menegaskan bakal berjalan searah dengan pesan Presiden Joko Widodo agar olahraga tak dicampuraduk dengan politik. Pengalaman batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menjadi pelajaran mahal. Sebab itu, ia berjanji akan berkomunikasi intens dengan para pemangku kepentingan.
"Saya searah dengan Pak Presiden, politik dan olahraga tidak bisa dicampur aduk. Melihat pengalaman dari U-20, saya akan mengedepankan komunikasi dan kolaborasi ke seluruh stakeholder agar ada titik temunya. Dengan diplomasi dan komunikasi semua bisa terselesaikan," ucapnya.
Baca juga : Wapres Minta Menpora Dito Ariotedjo Optimalkan Karang Taruna
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari juga menegaskan agar olahraga harus jauh dari unsur-unsur politik apalagi diskriminasi, sejalan dengan Piagam Olimpiade. Jika ada persoalan terkait penyelenggaraan suatu ajang internasional, ia menekankan perlu dicarikan solusi bersama.
Okto mengungkapkan, juga terus berkomunikasi dengan ANOC terkait agenda World Beach Games dan juga IOC terkait isu-isu terkini di Tanah Air.
"Kita semua itu harus mencari solusi bukan masalah. ANOC, FIFA, dan IOC itu sayang sama Indonesia untuk memikirkan solusi terbaik agar bisa terpenuhi," kata Okto. (Z-5)
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
“Di atas lapangan itu bercucuran keringat dan air mata. Tadi mereka sampai jatuh-jatuhan. Ini hasil terbaik mereka,”
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved