Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSISTENSI masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Hal itu diungkapkan langsung oleh kepala pelatih ganda putri Indonesia, yakni Eng Hian.
Ditemui di Pelatnas Cipayung, Eng Hian mengatakan fokus utama Apriyani/Fadia saat ini adalah menjaga kualitas permainan mereka, yang diharapkan berbuah pada konsistensi di setiap pertandingan.
"Untuk Apriyani/Fadia menjaga kualitasnya dulu itu yang paling penting. Sekarang ini bukan masalah menang atau kalah, tetapi performanya di lapangan masih belum konsisten," jelas Didi, Rabu (1/3).
Baca juga: Indonesia Tersingkir Dari BAMTC 2023
Baru dipasangkan pada tahun lalu, Apriyani/Fadia memang langsung menujukkan performa gemilang di awal kemunculannya. Mereka bahkan langsung menggondol medali Emas SEA Games hingga merebut gelar juara Malaysia Terbuka tahun lalu.
Namun, seiring berjalannya waktu dengan ekspektasi tinggi yang diharapkan publik, performa Apriyani/Fadia seperti kehilangan magisnya. Ganda putri nomor satu Indonesia itu beberapa kali terlihat kesulitan untuk dapat menembus babak empat besar.
Menurut Didi, dari kedua anak didiknya tersebut, Fadia yang menjadi perhatian utamanya. Dia menilai ada banyak hal yang perlu ditangkatkan pebulu tangkis berusia 23 tahun itu. Khususnya masalah mental, yang membuat Fadia beberapa kali tampil kurang maksimal.
Baca juga: Ini Alasan PBSI tidak Naikkan Jabatan Flandy Limpele
"Masalah beban yang masih belum bisa dihandle oleh Fadia, menjadi pekerjaan rumah. Pertama kali mereka muncul dengan tanpa beban dan target. Tiba-tiba berubah dengan penampilan mreka yang bagus. Ekspektasi orang-orang pun berubah," imbuhnya.
Dengan pekerjaan rumah itu, Didi siap berupaya keras untuk dapat meningkatkan konsistensi Apriyani/Fadia. Pelatih berusia 45 tahun itu juga akan melibatkan psikolog untuk membantu masalah mental anak didiknya.
"Jadi ya kita perlu bantuan psikolog. Ini kan ada latihannya, tidak hanya di lapangan. Latihan untuk mindset, ketenangan dan meng-handle bagaimana itu ada latihannya, terutama untuk Fadia," tutur Didi.(OL-11)
LANGKAH mantap diawali pasangan ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Fadia sudah mengeluhkan kondisi tidak fit saat akan tampil pada perempat final Super 750 Jepang Terbuka 2025, pekan lalu.
PEBULU tangkis Siti Fadia Silva Ramadhanti fokus pada penguatan persiapan individu jelang Piala Sudirman 2025 yang akan berlangsung di Tiongkok pada 27 April-4 Mei.
PASANGAN ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari menang di babak 32 besar Orleans Masters 2025.
Menurut Siti Fadia Ramadhanti, bermain rangkap memberinya kesempatan untuk lebih memahami posisi-posisi yang harus diambil saat bertanding.
Di laga Indonesia Masters yang berlangsung selama 37 menit itu, Dejan/Fadia harus mengakui keunggulan Goh/Lai melalui dua gim langsung 16-21 dan 15-21.
Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, memastikan langkah ke partai puncak Thailand Masters 2026.
GANDA putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, membuka langkah di Kumamoto Masters 2025 dengan kemenangan meyakinkan.
GANDA putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi berhasil lolos ke babak 16 besar Indonesia Terbuka 2025.
PASANGAN Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi membawa Indonesia menang 4-1 lawan Denmark di pertandingan Grup D Piala Sudirman 2025.
Aldila akan mengikuti WTA 1000 Indian Wells pada 5-16 Maret dan kemudian dilanjutkan dengan tampil Miami Open pada 22 Maret-3 April.
GANDA putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menembus final Thailand Masters 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved