Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia menyelesaikan Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya di Turki, dengan raihan 13 emas dan menempati peringkat ketujuh. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengapresiasi kerja keras atlet yang memperbaiki peringkat Indonesia.
"Kami bangga dan berharap hasil ini dapat menjadi benchmark bagi cabang olahraga lain, dalam mendorong prestasi olahraga di kancah dunia. Sehingga, dapat menang di level dunia," ujar Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangannya, Jumat (19/8).
Adapun kontingen yang dipimpin Chef de Mission Rafiq Hakim Radinal ini memperbaiki peringkat dibandingkan gelaran sebelumnya. Di Konya, Indonesia membawa pulang 13 emas, 14 perak dan 29 perunggu.
Baca juga: Tiba di Jepang, Tim Bulu Tangkis Indonesia Fokus Pemulihan Kondisi
Sejumlah medali didulang dari cabang angkat besi, panahan, renang, balap sepeda, atletik, serta karate. Angkat besi menjadi cabor penyumbang medali terbanyak dengan 12 emas, tujuh perak dan 10 perunggu.
Hasil itu lebih baik dibandingkan ISG edisi sebelumnya, yakni di Baku pada 2017. Saat itu, Indonesia menempati posisi delapan dengan enam medali emas, 29 perak dan 23 perunggu.
Baca juga: Pelatih Targetkan Ganda Putri Raih Medali di Kejuaraan Dunia 2022
Raja mengapresiasi kerja keras CdM Rafiq serta atlet ndonesia. Pihaknya berharap hasil ISG menjadi batu loncatan menghadapi agenda multievent selanjutnya. Mulai dari SEA Games 2023 Kamboja, Asian Games 2022 Hangzhou, ANOC World Beach Games 2023 Bali, hingga kualifikasi Olimpiade 2024.
"Semoga kerja keras dan upaya ini dapat mendorong tim Indonesia untuk lebih tinggi lagi berprestasi di dunia olahraga. Insyaallah di Paris 2024, kita bisa mendapatkan lebih dari satu medali emas," imbuh Raja.
Kontingen Indonesia yang diberangkatkan ke ISG Konya mencapai 87 atlet dari 13 cabang. Itu mencakup panahan, atletik, senam, judo, karate, kickboxing, menembak, hingga renang.(OL-11)
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Pemain kelahiran Zaandam, Belanda, 9 November 2004 itu diikat kontrak berdurasi 2,5 musim oleh klub berjuluk Macan Kemayoran.
Penyerang muda Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, menyambut penuh antusias kepindahannya ke Persija Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved