Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
TURNAMEN sepak bola menjadi pilihan warga meramaikan HUT ke-77 RI di
Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Maraknya turnamen disambut meriah warga, sebagai momentum kebangkitan setelah pandemi covid-19.
Di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata,
Senin (1/7), Karangtaruna setempat menggelar turnamen Karangtaruna
Cup I, diikuti 18 tim, memperebutkan Piala Karangtaruna.
Ketua Panitia turnamen sepakbola Karangtaruna Cup I, Waikomo, Laba Duan
mengatakan, olahraga mampu mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang terpisah.
"Karena spirit itu sejalan dengan tema HUT RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Saya berharap turnamen ini menjadi momentum kebangkitan anak muda untuk mampu berkontribusi pada daerah ini
dengan menyumbang pemain untuk berprestasi di berbagai kancah olahraga," ungkapnya.
Lurah Lewoleba Barat, Yoh Yani Bediona, menyebut tidak ada hal lebih
yang dapat dipersembahkan oleh generasi muda. "Orang muda bisa menjadi pemimpin bangsa handal. Melalui turnamen ini anak muda dapat menjadi kader handal, bekerja membaktikan. Diri kepada bangsa dan negara."
Sementara itu, Camat Nubatukan, Yosep Dionisius Ola, berkenan membuka
turnamen, sekaligus melakukan tendangan perdana sebagai pertanda dimulainya turnamen sepak bola tingkat Kelurahan tersebut.
"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah menginisiasi
peringatan HUT RI ke 77 dengan menggelar turnamen sepakbola di tingkat
Kelurahan ini. Saya melihat adanya gejolak generasi muda ingin
menunjukan peran secara pribadi dalam semua aspek, setelah pandemi
covid-19 melanda negeri ini. Ada kolaborasi pemerintah melalui karang
taruna dan gereja, menumbuhkembangkan minat dan bakat," ungkap Yosep.
Dia meminta seluruh tim mendukung fair play sebagaimana tema Karangtaruna Cup I, Waikomo, My Game is Fair play. (N-2)
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved