Jumat 08 Juli 2022, 04:16 WIB

Jabeur Jadi Petenis Arab Pertama yang Capai Final Wimbledon

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Jabeur Jadi Petenis Arab Pertama yang Capai Final Wimbledon

AFP/SEBASTIEN BOZON
Petenis Tunisia Ons Jabeur

 

KETIKA Ons Jabeur menyegel match point, yang menjadikannya sebagai orang Arab pertama yang mencapai final Grand Slam di Wimbledon, Kamis (7/7), yang bisa dia pikirkan hanyalah bergegas menuju net untuk memberi lawannya Tatjana Maria pelukan erat.

Sementara pelatih Jabeur Issam Jellali melompat berdiri dengan tangan terangkat untuk bergabung bersama 15.000 penonton yang bersorak memuji petenis putri Afrika pertama yang mencapai pertandingan perebutan gelar, Jabeur hanya tersenyum saat dia mengakhiri laju luar biasa Maria dengan kemenangan 6-2, 3-6, dan 6-1 .

Menjelang pertandingan, Jabeur bersumpah bahwa pelukan di akhir laga akan luar biasa dan dia tidak salah. Kedua petenis saling berpegangan di net untuk waktu yang lama, sambil berbisik ke telinga masing-masing.

Baca juga: Rybakina Bangkit untuk Kalahkan Tomljanovic di Perempat Final Wimbledon

Dengan sorak-sorai yang masih terdengar di sekitar Centre Court, Jabeur menarik Maria ke sisi lapangan dan bergabung dalam tepuk tangan untuk memberi hormat kepada petenis berusia 34 tahun yang mencetak sejaraah dengan menjadi ibu dua anak pertama yang mencapai semifinal Wimbledon setelah Margaret Court pada 1975.

"Saya tidak tahu harus berkata apa. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dari kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun. Saya senang itu terbayar dan saya akan melanjutkan untuk satu pertandingan lagi," kata Jabeur selepas pertandingan.

"Lebih sulit berlari untuk mendapatkan bolanya. Dia harus membuatkan saya barbekyu sekarang untuk semua lari yang saya lakukan di lapangan!"

"Saya ingin berbagi momen dengannya di akhir karena dia adalah inspirasi bagi banyak orang termasuk saya. Kembali setelah memiliki dua bayi, saya tidak percaya bagaimana dia melakukannya."

"Secara fisik Tatjana adalah binatang buas, dia tidak menyerah," tambahnya.

Sebelum para pemain melangkah ke lapangan, petenis hebat sepanjang masa Billie Jean King mengatakan bahwa Jabeur 'menggunakan tenis sebagai platform untuk membantu Tunisia, membantu Afrika dan membantu orang-orang Arab' dan petenis Tunisia itu melakukan hal itu saat dia mengalahkan Maria untuk pertama kalinya di pertandingan level tur major.

"Saya seorang perempuan Tunisia bangga berdiri di sini hari ini. Saya tahu di Tunisia mereka akan gila sekarang," kata unggulan ketiga, yang sampai pekan ini belum pernah melewati delapan besar di turnamen major.

"Saya hanya mencoba menginspirasi sebanyak yang saya bisa. Saya ingin melihat lebih banyak pemain Arab dan Afrika dalam tur. Saya menyukai permainan ini dan saya ingin berbagi pengalaman dengan mereka."

"Saya melihat beberapa junior bermain di sana dan saya berharap untuk melihat mereka di sini di Centre Court suatu hari nanti," lanjutnya.

Saat Jabeur, yang berusia 27 tahun, berusaha menginspirasi, Maria ingin menunjukkan kepada kedua putrinya bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian.

Keduanya menonton sang ibu yang dipaksa menyelamatkan tiga break point di gim pembuka. Namun, petenis Jerman peringkat 103 itu tidak mampu memperpanjang perlawanan tersebut saat dia kehilangan servis pada gim ketiga dan ketujuh sebelum Jabeur mengunci set pembuka ketika pukulan backhand Maria melambung.

Meski begitu, Maria menolak memberikan kemenangan secara mudah kepada lawan yang dia sebut 'keluarga' saat dia mematahkan servis untuk memimpin 3-1 di set kedua dan mempertahankan keunggulan itu untuk menyamakan kedudukan.

Namun, Jabeur akhirnya mampu mengatasi lawannya pada set ketiga dan mengantongi poin terpenting dalam kariernya hingga saat ini ketika pukulan forehand Maria menyangkut ke net. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Mary Superal Melesat di Putaran Kedua

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 22:38 WIB
Mary Superal membukukan 71 pukulan atau satu di bawah par pada hari...
Antara

Raih 13 Emas di ISG Konya, Timnas RI Dongkrak Peringkat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 21:56 WIB
Dari Islamic Solidarity Games (ISG) Konya di Turki, kontingen Indonesia membawa pulang 13 emas, 14 perak dan 29...
Dok.PGI

Princess Mary Superal Rebut Puncak Leaderboard Simone Asia Pacific Cup

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:05 WIB
Saat bermain 71 pukulan atau 1 di bawah par, Superal mengumpulkan total 132 pukulan atau 7 di bawah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya