Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengecam sanksi terhadap Rusia atas doping dalam olahraga menjelang pertemuan dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Olimpiade Musim Dingin.
Dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok, Putin membantah pemerintahnya telah mengatur program doping besar-besaran di Olimpiade Musim Dingin 2014 di Rusia, pengungkapan yang memicu serangkaian hukuman dari badan olahraga internasional.
"Rusia telah dan tetap berkomitmen pada nilai-nilai Olimpiade tradisional," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan presiden dan pemimpin redaksi China Media Group Shen Haixiong pada Kamis (3/2).
Baca juga: Jelang Olimpiade Beijing 2022, Chinada Gunakan Metode Pengujian Doping Baru
"Kami menentang politisasi olahraga dan upaya untuk menggunakan ini sebagai instrumen tekanan, persaingan tidak sehat atau diskriminasi," lanjutnya, menurut transkrip wawancara yang dirilis oleh Kremlin.
Rusia diketahui telah mengatur program doping yang didukung negara di Olimpiade Musim Dingin di Sochi dan dilarang mengikuti kompetisi internasional setelahnya.
Pejabat Rusia termasuk Putin dilarang menghadiri kompetisi kecuali diundang oleh kepala negara tuan rumah. Sementara itu, kini pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah mengundang Putin untuk hadir.
"Praktek 'hukuman kolektif' tidak dapat diterima untuk pelanggaran yang dilakukan oleh individu," kata Putin.
Atlet Rusia diizinkan untuk bersaing sebagai pemain netral di Olimpiade, tanpa bendera atau lagu kebangsaan Rusia, jika mereka dapat membuktikan bahwa catatan doping mereka bersih.
Tim mengambil bagian dengan nama Komite Olimpiade Rusia (ROC).
Beijing dan Moskow telah mengecam boikot diplomatik Olimpiade dari beberapa negara atas apa yang menurut pemerintah Barat sebagai pelanggaran hak yang meluas oleh Tiongkok.
Putin adalah pemimpin asing pertama yang mengonfirmasi kehadirannya pada upacara pembukaan yang digelar hari Jumat (4/2).
Kedua pemimpin akan bertemu di ibukota Tiongkok pada hari Jumat saat negara mereka mengejar hubungan yang lebih dalam dalam menghadapi meningkatnya kritik dari Barat. (Aiw/France24/OL-09)
Vladimir Putin tegaskan dukungan deeskalasi cepat di Timur Tengah kepada Masoud Pezeshkian. Bahas dampak serangan AS-Israel dan bantuan kemanusiaan Rusia.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin gencar berkomunikasi dengan Iran dan Donald Trump untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Apakah ini murni upaya damai atau strategi mengamankan ekonomi Rusia?
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved