Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dua pekan menjelang batas akhir Rio Haryanto untuk menambah nominal pembayaran kepada tim Manor Racing, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengakui kesulitan untuk membantu pembalap 23 tahun itu.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkapkan, sejauh ini, belum ada titik terang mengenai permintaan bantuan pendanaan bagi Rio yang diupayakan dihimpun dari Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan swasta. Rio masih belum memiliki dana sebesar 15 Juta Euro yang diminta oleh Manor agar bisa membalap semusim penuh.
"Untuk APBN, kami memahami ada kebijakan pengetatan anggaran karena prioritas saat ini ada di sektor infrastruktur. Sampai saat ini, kami terus berusaha. Tapi bila usaha kami gagal, kami minta maaf belum bisa membantu," kata Imam, Kamis (19/5).
Dana 15 juta Euro yang diminta Manor Racing merupakan sebagian dana untuk pengembangan mobil selama balapan di F1 tahun ini. Hingga kini, manajemen Rio baru mengantongi dana sebesar 8 juta Euro yang berasal dari PT Pertamina selaku sponsor utama dan kantong pribadi.
Menpora mengklaim pihaknya sudah menjelaskan kondisi nasional saat ini kepada manajemen Rio dan menurutnya, manajemen Rio pun sudah memahami kondisi yang ada saat ini, "semoga saja ada kejutan datang minggu depan," katanya.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, dirinya juga sudah dihubungi Manajer Umum PT KiKy Sport, Indah Pennywati yang juga ibunda Rio yang mengingatkan soal tenggat waktu tersebut. Namun, dirinya hanya menjawab belum ada bayangan tambahan dana bagi Rio.
Manajer Rio asal Inggris, Piers Hunnisett mengatakan, hingga kini usaha nenambah pundi-pundi untuk Rio agar bisa mengamankan posisinya sebagai pembalap utama Manor, belum membuahkan hasil, "Tapi kami tetap fokus pada beberapa balapan tersisa," tandasnya. (OL-2)
Putusnya jalur penghubung antarkabupaten terjadi sejak Februari 2022 hingga Februari 2026 akibat hujan tinggi yang memicu longsor sepanjang 250 meter dan mengancam permukiman warga.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Pemerintah tambah TKD Rp10,6 triliun untuk pemulihan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana cair bertahap mulai Februari hingga April 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved