Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri peringkat satu dunia Ashleigh Barty mengatakan keberhasilannya melaju hingga putaran ketiga Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021 adalah karena usaha kerasnya di lapangan bukan karena dia merupakan petenis unggulan pertama di turnamen Grand Slam itu atau karena dia merupakan juara Wimbledon.
Bagi Barty, mentalitas seorang pemain dalam turnamen Grand Slam menjadi hal yang penting untuk membantu mencapai gelar juara. Dikatakannya, sebelum ia menangkan gelar Wimbledon, dia memiliki perjalanan yang cukup buruk di beberapa turnamen.
"Sebagian besar tahun ini hal yang saya lakukan adalah menerima bahwa saya tidak bisa memenangkan tiap pertandingan dan tentu saja Anda tidak berhak untuk mencapai final dan meraih gelar," ucap Barty dikutip dari AFP, Jumat (3/9).
Baca juga: Djokovic Melaju ke Putaran Ketiga AS Terbuka
"Di sini (AS Terbuka), kami terus bekerja keras dan kembali ke lapangan latihan. Itu yang membuat kami mendapatkan kesempatan lain di putaran ketiga untuk mencoba memperbaiki permainan," jelasnya.
Dalam perjalanannya di AS Terbuka, Barty meraih kemenangan atas petenis Rusia Vera Zvonareva di putaran pertama 6-1 dan 7-6 (9/7). Dia kemudian mengalahkan petenis Denmark berusia 18 tahun Clara Tauson 6-1 dan 7-5 di putaran kedua.
Barty belum terkalahkan satu set pun sejak kemenangannya di Cincinnati Masters, akhir Agustus lalu. Dia kembali menegaskan keberhasilannya itu bukan karena dia meraih gelar di Wimbledon melainkan karena kerja kerasnya.
"Setiap putaran adalah ujian. Saya tidak datang ke turnamen ini dengan harapan saya berhak atas gelar juara hanya karena keberhasilan saya di turnamen sebelumnya," terangnya.
"Saya harus memainkan setiap pertandingan seperti yang saya lakukan di setiap turnamen lainnya dan bersiap untuk memainkan tenis terbaik saya. Hanya itu yang bisa saya minta dari diri saya," jelasnya.
"Setiap turnamen berbeda, mereka memiliki permukaan yang berbeda, kondisi yang juga sangat berbeda. Jadi bagi saya sulit untuk bergantung pada kemenangan satu turnamen ke turnamen lainnya," tukas Barty.
Berhasil mengamankan satu tempat di putaran ketiga AS Terbuka, Barty selanjutnya akan berhadapan dengan petenis tuan rumah Shelby Rogers. (AFP/OL-1)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Saat ini, hanya ada 6 petenis dengan jumlah pekan lebih banyak di peringkat satu dunia ketimbang Iga Swiatek.
Barty diperkirakan akan hadir di Melbourne Park untuk menyaksikan turnamen Australia Terbuka yang akan dimulai pada 16 Januari.
Dalam wawancara dengan radio Melbourne Senin (18/7) malam, dia menepis rumor tersebut dengan menyatakan tidak memainkan segala bentuk olahraga profesional lagi.
Barty mengejutkan dunia tenis ketika dia secara tidak terduga mengumumkan pengunduran dirinya di puncak kariernya, usai menjadi juara Australia Terbuka.
Barty, yang gantung raket di usia 25 tahun, bulan lalu, akan mewakili tim dunia, yang dikapteni Ernie Els melawan tim Amerika Serikat (AS).
Mulai dari Iga Swiatek (Polandia), Maria Sakkari (Yunani), hingga Aryna Sabalenka (Belarusia). Ashleigh Barty memutuskan pensiun dari dunia tenis profesional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved