Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH yang didapati Ferrari ketika Grand Prix Prancis menunjukkan kelemahan tim Italia itu dengan ban depan belum hilang dan mereka harus memperbaikinya untuk musim depan, ungkap bos tim Mattia Binotto.
Balapan pada Minggu di Le Castellet menjadi kali pertama bagi Ferrari gagal mencetak poin tahun ini, saat pebalap Spanyol Carlos Sainz finis P11 dan Charles Leclerc di P16.
Padahal mereka mengamankan posisi start masing-masing P5 dan P6 di kualifikasi, setelah Leclerc meraih pole position di Monako dan Azerbaijan.
Akan tetapi, Ferrari menyelesaikan akhir pekan di Sirkuit Paul Ricard dengan mendapati posisinya turun peringkat empat klasemen konstruktor setelah disalip McLaren.
"Kami belum mampu membuat ban bekerja seperti yang harus kami lakukan dan saya kira performa kami sangat terkait dengan ban, cara kami membuatnya bekerja," kata Binotto seperti dikutip Reuters, Selasa.
Le Castellet batal menggelar balapan tahun lalu karena pandemi Covid-19, tapi Binotto mengatakan kondisi panas dan tikungan kecepatan tinggi yang memberi energi yang sangat banyak kepada ban menjadi masalah seperti sebelumnya.
"Kami harus mengatasi itu dan itu belum terlaksana," kata Binotto. "Melihat ke depan penting bagi kami untuk belajar."
Baca juga : Sandiaga: World Superbike di Mandalika Bisa Dihadiri Penonton
Binotto mengatakan pengembangan mobil saat ini belum cukup untuk mengatasi masalah tersebut.
"Untuk mengatasinya, saya rasa kami perlu memiliki perubahan perangkat keras, seperti misalnya pelek, yang tidak memungkinkan karena regulasi," kata dia.
"Saya rasa lebih penting bagi kami untuk mencoba memahami dan mengatasi hal itu secara definitif untuk tahun depan. Sementara itu saya rasa masalah ini akan terjadi lagi di sejumlah balapan tapi tidak di semua trek."
Sainz, yang diboyong dari McLaren tahun ini, mengatakan Ferrari cenderung lebih kewalahan di balapan ketimbang di kualifikasi tapi ada masanya kecepatan bukan menjadi kendala bagi tim Italia itu di sejumlah balapan.
"Sangat jelas bahwa kami memiliki jendela yang sangat sempit untuk membuat ban depan bekerja dan kami cenderung lebih kewalahan dengan graining dan keausan (ban) depan ketimbang (apa yang dialami) kompetitor kami," kata Sainz.
"Sekarang kami sedang mencoba memahami mengapa kami memiliki jendela yang sempit seperti itu dan kenapa kami lebih kesulitan dengan keausan ban depan ini."
Prancis mengawali rangkaian tiga balapan beruntun musim ini, dengan dua balapan di Red Bull Ring Austria digelar dalam dua pekan ke depan. (Ant/OL-7)
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved