Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
YAMAHA diganjar hukuman pengurangan 50 poin konstruktor setelah kedapatan melakukan perubahan teknis terhadap mesin yang mereka gunakan tanpa mendapat persetujuan dari asosiasi pabrikan MSMA. Hal itu diungkapkan FIM seperti dilansir laman resmi MotoGP, Jumat (6/11).
Autosport, sebelumnya, melaporkan Yamaha berada di bawah investigasi steward balapan karena diduga melanggar peraturan homologasi dengan mesin yang mereka gunakan di seri pembuka Grand Prix Spanyol.
"Karena pengawasan internal, Yamaha Motor Company gagal mematuhi protokol yang mengharuskan mereka memperoleh persetujuan dengan suara bulat dari MSMA untuk perubahan teknis," ungkap FIM.
Baca juga: Morbidelli Tegaskan Tekad Buru Gelar Juara MotoGP
Untuk alasan tersebut, poin yang mereka dapatkan dari dua kemenangan Fabio Quartararo di Jerez dicabut.
Sementara itu, tim pabrikan Monster Energy Yamaha mendapat pengurangan 20 poin sedangkan tim Petronas Yamaha SRT dikurangi 37 poin.
Penalti itu membuat posisi Yamaha melorot ke peringkat tiga klasemen konstruktor dengan 158 poin di belakang pemuncak baru, Ducati (171) dan Suzuki (163).
Namun, pengurangan poin tidak dikenakan terhadap para pembalap Yamaha, dengan Fabio Quartararo, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli berada dalam rentang 25 poin dari pemuncak klasemen sementara Joan Mir. (Ant/OL-1)
Yamaha Indonesia siapkan 130 bengkel jaga dan posko mudik Lebaran 2026 di Ciwandan & Ketapang. Cek promo diskon servis, oli, dan suku cadang di sini!
Toprak Razgatlioglu mengungkapkan ia belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin, yang menjadi kendala utama dalam persiapan menuju seri pembuka MotoGp, akhir pekan ini.
Seri MGX dan URX dirancang untuk memberikan solusi audio yang praktis namun tetap berkualitas tinggi, baik untuk produksi konten, live streaming, maupun kebutuhan profesional lainnya.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved