Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olimpiade Indonesia mengapresiasi pengembangan E-Sport yang dilakukan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal itu ditegaskan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam kunjungannya ke kantor LPDUK, Selasa (6/10).
Dalam kunjungan itu, Okto melihat fasilitas P1 Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI) di kantor LPDUK. Ia pun ikut merasakan sensasi membalap dengan teknologi yang dikembangkan LPDUK bersama Pengurus Pusat Ikatan Motorsport Indonesia (PP IMI) itu.
"Sensasinya menarik, seperti balapan beneran. Fasilitas di sini juga oke,' kata Okto usai menjajal teknologi P1 ADMI.
Okto berharap, LPDUK bisa ikut meningkatkan prestasi olahraga Indonesia melalui keleluasaan inventasi di sektor olahraga yang dimilikinya. ia pun mengaku siap bila KOI harus berkolaborasi dengan LPDUK meningkatkan prestasi olahraga.
Baca juga : Atlet Taekwondo Sulteng Berprestasi di Tengah Pandemi
“Tinggal dicari program apa yang bisa dijalankan bersama,” ungkap Okto.
Direktur LPDUK Agus Hardja Santana mengatakan, selain digital motorsports yang juga dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan pemassalan olahraga balap dibawah PP IMI yang notabene anggota NOC, sejauh ini LPDUK juga sudah lebih dahulu membentuk Sentra Peningkatan Performa Olahraga Indonesia (SPPOI)-Eminence di Menara Mandiri Jakarta.
“Para atlet dari cabang olahraga yang berada dibawah naungan NOC Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas SPPOI Eminence yang menyediakan layanan peningkatan performa, rehabilitasi cedera atlet, fitnes dan berbagai layanan lainnya,” jelas Agus Hardja. (RO/OL-7)
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved