Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia Formula 1, Lewis Hamilton, meluncurkan desain helm baru untuk musim kompetisi 2020. Pembalap asal Inggris mengampanyekan slogan “Black Lives Matter”, yang tertulis pada helm dengan dominasi warna hitam dan ungu
Pembalap juara enam kali itu gencar mendukung kampanye kesetaraan ras, sejak kematian pria kulit hitam bernama George Floyd di Amerika Serikat. Hamilton menyebut helm yang dipakainya sebagai dukungan terhadap keseteraan.
Mobil Hamilton W11 Hamilton juga diwarnai cat hitam, bukan warna silver seperti sebelumnya. Warna baru itu memiliki pesan kepada dunia untuk segera mengakhiri rasisme.
Baca juga: Red Bull Protes Sistem Kemudi Mercedes
"Kami sudah lama merencanakan perubahan untuk mobil dan setelannya. Saya juga merancang helm khusus dalam warna hitam," ujar Hamilton.
"Ini mendukung kesetaraan di atas segalanya. Kami memiliki “microphone” dan orang-orang mulai mendengarkan. Jadi ini kesempatan untuk mendorong pesan itu,” lanjutnya.
"Jika seseroang berkata kepadamu ‘kami telah melakukan sesuatu’ atau ‘kami sudah berusaha’, mereka perlu berusaha lebih keras. Karena rasisme masih menjadi masalah besar,” pungkas Hamilton.
Ajang balap Formula 1 kembali dimulai, setelah terhenti selama tujuh bulan akibat pandemi. Kendati demikian, kompetisi dilaksanakan dengan protokol ketat untuk mencegah penyebaran covid-19.(AFP/OL-11)

Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved