Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA wakil ganda putra Indonesia yang turun di ajang BWF World Tour Finals 2019 menempati unggulan teratas pada masing-masing grup. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menghuni urutan pertama di Grup A. Sementara Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menempati posisi teratas di Grup B.
Berdasarkan hasil undian, Kevin/Marcus akan berebut tiket ke semifinal dengan dua ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe serta satu wakil tuan rumah, Li Jun Hui/Liu Yu Chen.
Sedangkan Hendra/Ahsan dikepung Lee Yang/Wang Chi Lin dari Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han dan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
“Saya rasa persaingan di grup A lebih keras dibanding grup B. Walaupun begitu, saya tetap mengingatkan kepada mereka untuk tetap waspada siapa pun lawannya,” kata Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi, Selasa (10/12) malam waktu setempat.
Baca juga: Membidik Dua Gelar di Guangzhou
Di grup A, The Minions punya catatan sepuluh kemenangan dari total 12 pertemuan atas Li/Liu. Sedangkan dengan Kamura/Sonoda, Kevin/Marcus tercatat unggul 10-5.
Namun ganda putra Indonesia peringkat satu dunia ini punya rekor kurang manis saat bersua Endo/Watanabe. Dari total lima pertemuan, Kevin/Marcus tercatat baru dua kali mengamankan kemenangan dari pasangan peringkat enam dunia itu.
Sementara untuk Hendra/Ahsan, catatan head to head-nya dengan para penghuni Grup B boleh dibilang masinh unggul. Sebab, The Daddies unggul 3-1 atas Lee/Wang, menang 1-0 dari Lu/Yang, dan unggul 4-1 atas Aaron/Soh.
“Peluang tetap terbuka untuk bisa ambil juara di turnamen ini dan itu harapan kami semua. Apalagi ini kan World Tour Finals, jadi saya selalu ingatkan mereka untuk tetap fokus dari pertandingan awal. Semua yang ikut di sini pemain top 8 dunia, jadi kekuatannya merata. Tapi saya percaya dengan kemampuan dua ganda putra kami,” pungkasnya. (OL-2)
Jonatan Christie mengatakan evaluasi utama dari turnamen sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan aspek nonteknis yang baru ia temui selama kariernya usai hengkang dari pelatnas.
Sabar/Reza dipastikan tampil di World Tour Finals usai mencapai semifinal Australia Terbuka.
Dejan/Gloria kalah dari wakil Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Kepastian itu didapatkan Fajar/Rian setelah wakil tuan rumah, He Ji Ting/Ren Xiang Yu memutuskan untuk mundur dari World Tour Finals, Kamis (12/12).
Gregoria Mariska Tunjung mengakui ia tidak bisa mengembangkan variasi serangan di sepanjang pertandingan, sehingga menjadi keuntungan bagi lawan.
Jonatan Christie harus menelan kekalahan dari pemain unggulan tuan rumah Shi Yu Qi melalui rubber game 16-21, 21-17, dan 8-21 di laga World Tour Finals.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved