Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olahraga Nasional Indonesia telah memiliki ketua baru yakni Marciano Norman yang resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Pusat masa bakti 2019-2023.
Marciano memiliki beberapa tugas yang berjibun mulai dari masalah finansial yang belum terselesaikan, permasalahan LPJ yang juga belum diserahkan kepada Kemenpora, juga kepengurusan yang harus sesegera mungkin dibentuk.
Ditemui seusai terpilih di Hotel The Sultan, Jakarta, Selasa (2/7) malam, Marciano akan melakukan konsolidasi internal untuk mengatasi permasalah finansial. Namun, ia mengatakan prioritas utamanya ialah mencari jalan keluar bagi permasalahan gaji karyawan yang belum juga terbayarkan.
"Hal-hal yang berkaitan dengan pegawai-pegawai dan anggota-anggota KONI di tingkat bawah ihwal permasalahan-permasalahan finansial, saya harus carikan jalan keluar dan itu harus menjadi prioritas dalam langkah penyelesaian saya. Itu harus jadi prioritas dalam 100 hari kerja saya. Saya harapkan pada 100 hari, bahkan saya berharap dukungan saudara-saudara sebelum 100 hari, masalah ini sudah bisa kita selesaikan," ungkapnya.
Baca juga: Musornas KONI Tetapkan Marciano Norman Sebagai Ketum
Selain itu, Marciano pun akan segera membentuk kepengurusan. Tentunya dengan bantuan formatur yang telah dipilih olehnya.
"Beri waktu kepada saya untuk segera membentuk kepengurusan dengan formatur tadi. Telah dipilih formatur KONI Sumatra Utara dan satu pimpinan dari bola tangan Indonesia. Kami bertiga akan segera melakukan konsolidasi dan penyusunan organisasi," lanjut Marciano.
Meskipun belum memiliki kejelasan mengenai kapan terbentuknya kepengurusan baru KONI Pusat, Ia tidak akan merombak seluruh kepengurusan yang lama.
"Tentunya setiap pergantian pemimpin organisasi itu, diberi peluang untuk menata kembali organisasinya. Kita juga tidak bisa ganti pimpinan seluruh anggota KONI. Tentunya ada beberapa pos/posisi yang memang harus kami pertahankan, untuk apa? Supaya ritme kami berlari tidak kendor dalam mencapai sasaran. Jadi saya akan melakukan penyesuaian dengan harapan organisasi yang saya susun mampu menghadapi tantangan dan menjawab keinginan masyarakat tentang prestasi olahraga Indonesia," tuturnya.
Terkait LPJ dari kepengurusan di bawah pimpinan Tono Suratman pun kabarnya belum diserahkan kepada Kemenpora. Hal ini ditanggapi santai oleh Marciano, itu semua merupakan kewajiban yang harus diselesaikan kepengurusan sebelumnya.
"Saya minta tentunya penyelesaian itu dilakukan pengurus yang lama kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal-hal yang menjadi tanggung jawab saya, tentunya akan saya terima semua dengan segala konsekuensi," tambah pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBTI.
Marciano memiliki tujuan membuat KONI mandiri dan tidak bergantung kepada pemerintah. Ia tak menampik jikalau pemerintah tetap memberikan bantuan nantinya.
"Kami akan tanya pemerintah, apa yang bisa Bapak berikan kepada kami? Nanti yang tidak bisa diberikan pemerintah jadi tanggung jawab saya untuk melakukan inovasi dan kreasi-kreasi, guna melakukan kegiatan organisasi dengan sebaik-baiknya. Tapi jangan lupa, satu tujuan saya ialah menuju kemandirian KONI. Pasti ada langkah dan saatnya, sehingga ketergantungan KONI kepada pemerintah semakin hari semalin berkurang," tutupnya.(OL-5)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait program deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
ISFEX 2025 digelar di ICE BSD 6-9 November, menghadirkan 100 exhibitor dan turnamen olahraga internasional untuk dukung ekosistem olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved