Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAMPILAN pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang meraih gelar All England 2019 tampil kurang memuaskan pada turnamen Malaysia Terbuka 2019.
Langkah Hendra/Ahsan yang menempati rangking empat dunia hanya mampu sampai babak perempat final Malaysia Terbuka 2019.
Pasangan ganda putra peraih dua gelar juara dunia itu dikalahkan pasangan Li Junhui/Liu Yuchen asal Tiongkok dengan skor 13-21, 21-16, dan 17-21.
Pada turnamen Singapura Terbuka 2019 yang dimulai hari ini, sebagai juara bertahan, Hendra/Ahsan diharapkan bisa mempertahankan gelar dan juga membawa pulang gelar ketiga tahun ini.
Dengan kegagalan di Kuala Lumpur, Hendra/Ahsan mengaku akan mengevaluasi permainan mereka. Evaluasi itu untuk mempersiapkan lebih baik dalam mengikuti Singapura Terbuka 2019.
“Jaga kondisi saja karena ini sudah pertandingan ke pertandingan. Evaluasi pasti dan nanti kami akan ngobrol lagi sama pelatih, apa yang kurang dari penampilan kami hari ini,” jelas Ahsan.
Namun, hasil undian nomor ganda putra di Singapura Terbuka 2019, Indonesia kurang diuntungkan. Di babak pertama, pasangan nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon sudah berhadapan dengan rekan satu pelatnas pasangan Berry Angriawan/Hardianto.
Tak hanya itu, Hendra/Ahsan juga bertemu sesama pasangan Indonesia Wahyu Nayaka/Ade Yusuf di babak pembuka.
Memetik pelajaran
Di sisi lain, pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie belum meraih gelar sejak merebut medali emas Asian Games 2018 dan runner-up Selandia Baru Terbuka 2018.
Pada Malaysia Terbuka 2019, pemain yang menempati rangking dunia tersebut hanya mampu menembus babak empat. Langkahnya dihentikan pemain Tiongkok Chen Long dengan skor 21-12, 10-21, dan 15-21.
Namun, kendati gagal melaju ke babak final Malaysia Terbuka 2019, Jonatan mengaku dirinya banyak memetik pelajaran berharga dari laganya tersebut.
Perjalanan Jonatan menuju semifinal bisa dikatakan tidak mudah untuk dilaluinya. Tahap demi tahap, dia harus menghadapi beberapa pemain unggulan.
Bahkan Jonatan membuat kejutan dengan mengalahkan juara All England 2019 Kento Momota dari Jepang. Ia juga menyingkirkan runner-up All England 2019 Viktor Axelsen dari Denmark.
Dengan pengalaman yang dipetik dari Malaysia Terbuka 2019, Jonatan mengaku kepercayaan dirinya terus meningkat dan bisa menjadi suntikan dalam menghadapi Singapura Terbuka 2019.
“Pastinya dengan pengalaman di sini, berhadapan dengan Momota, Axelsen, dan Chen Long membuat saya sedikit lebih percaya diri. Itu yang akan menjadi modal saya ke Singapura Terbuka 2019,” terang Jonatan.
“Yang penting sekarang membalikkan kondisi saya sehingga bisa maksimal. Recovery, istirahat, dan latihan lagi. Harapannya saya bisa tampil lebih baik lagi,” tandas Jonatan yang akan bertemu Khosit Phetpradab dari Thailand di babak pertama. (Opn/R-3)
Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di Indonesia Masters 2026 tidak dimulai dengan jalan mulus
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Keunggulan tersebut berhasil dijaga hingga Sabar/Reza menutup gim pertama dengan skor 21-13.
Febriana menyebut seluruh program latihan telah dicoba diterapkan di pertandingan meski konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah utama.
FINAL Australia Terbuka 2025 di nomor ganda putra saling mempertemukan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Quaycenter Sydney, Minggu (23/11).
GANDA putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terus menyempurnakan pola permainan terbaik mereka setelah menembus babak 16 besar Hylo Open 2025.
Sabar/Reza menang lawan wakil Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang 21-17 dan 22-20 di laga 32 besar All England di Utilita Arena Birmingham, Rabu (12/3).
Hendra Setiawan berharap kehadirannya mampu membawa Sabar/Reza bermain maksimal di All England.
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengaku optimistis menjalani debut mereka di BWF World Super 1000 All England 2025.
Hendra Setiawan, legenda bulu tangkis ganda putra Indonesia, akan menjalani peran baru yakni sebagai pelatih Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di turnamen All England 2025.
Keberadaan pada pebulu tangkis dalam bisnis rumah makan Padang ini menjadi investasi mereka saat pensiun sebagai atlet.
Penggemar yang menyaksikan fun match tersebut terlihat terhibur dengan duel mantan pemain nomor satu dunia itu. Sesekali keempatnya bercanda saat menghadapi satu sama lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved