Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Movistar Yamaha Maverick Vinales mendapatkan kesan positif usai menjalani tes pramusim 2019 pada hari pertama, Selasa (20/11) waktu setempat. Menurutnya, mesin baru yang digunakannya jauh lebih baik dari mesin yang lama.
Pada hari pertama tes, Vinales memberikan hasil memuaskan. Rider asal Spanyol tersebut menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 31.416 detik pada hari pertama tes.
"Fokus utama adalah mesin. Kemudian kami mengganti mesin dan kami merasakan tiba-tiba membaik di titik yang kami butuhkan. Saya sangat senang dan arah yang kami ikuti bersama Yamaha sudah berada di jalur yang tepat," ujar Vinales.
Salah satu perubahan yang dirasakan Vinales terjadi ketika motor melewati tikungan. Di sana performa motor sangat mendukung terutama saat melakukan pengereman.
Baca juga: Vinales Tercepat di Hari Pertama Tes Pramusim 2019
"Perbedaan mesin 2018 dengan 2019 adalah di mesin. Tanpa mengerem terlalu banyak, saya bisa menghentikan motor lebih baik, jadi ini sangat membantu saya untuk menikung cepat tanpa menyiksa ban terlalu banyak," terang Vinales yang saat ini menggunakan nomor 12 pada motornya.
Kendati demikian, mesin baru Yamaha bukan tanpa cacat. Menurut Vinales, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan timnya terutama di akselerasi karena komponen elektronik yang sering berganti ketika di lintasan.
"Jadi pada tes hari kedua, akan sangat penting untuk melakukan banyak lap. Mencoba memperbaiki akselerasi, yang mana kami harus berjuang lebih di sana," tegas Vinales.
Yamaha mengalami penurunan performa pada musim 2018. Tercatat Vinales hanya menempati posisi keempat di klasemen akhir pembalap lantaran mengoleksi 193 poin. (Medcom/OL-2)
Yamaha Indonesia siapkan 130 bengkel jaga dan posko mudik Lebaran 2026 di Ciwandan & Ketapang. Cek promo diskon servis, oli, dan suku cadang di sini!
Toprak Razgatlioglu mengungkapkan ia belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin, yang menjadi kendala utama dalam persiapan menuju seri pembuka MotoGp, akhir pekan ini.
Seri MGX dan URX dirancang untuk memberikan solusi audio yang praktis namun tetap berkualitas tinggi, baik untuk produksi konten, live streaming, maupun kebutuhan profesional lainnya.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved