Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Ribuan Umat Katolik di Nagekeo Ikuti Tablo Jalan Salib Jumat Agung, Bawa Pesan Anti Perang dan Perdamaian

mediaindonesia.com
03/4/2026 14:46
Ribuan Umat Katolik di Nagekeo Ikuti Tablo Jalan Salib Jumat Agung, Bawa Pesan Anti Perang dan Perdamaian
Rangkaian Pekan Suci Berlanjut Usai mengikuti Jalan Salib, umat Paroki Santo Fransiskus Xaverius Boawae melanjutkan ibadah dengan Misa Jumat Agung yang disertai ritual cium salib pada pukul 15.00 waktu setempat.(Dok. Istimewa)

RIBUAN umat Katolik di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, mengikuti ritual Jalan Salib atau Tablo untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus pada Jumat Agung (3/4). Perayaan iman tersebut menampilkan drama Jalan Salib dalam 14 perhentian yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dengan pesan perdamaian dan penolakan terhadap perang.

Tablo digelar di Lapangan Pancasila Boawae dan menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Jumat Agung di wilayah tersebut.

Perang yang terjadi di Timur Tengah, Eropa, serta berbagai wilayah dunia lainnya mendorong OMK Paroki Santo Fransiskus Xaverius Boawae mengangkat tema perdamaian dalam pementasan tahun ini.

"Kita lihat di medsos soal perang dan anak serta perempuan yang biasanya paling terdampak, lewat jalan salib ini kita bawa pesan damai anti perang," kata Felix Dhay Wea, Ketua OMK Paroki Santo Fransiskus Boawae.

Berbeda dari tahun sebelumnya, drama penyaliban Yesus kali ini diikuti ribuan umat yang menyaksikan langsung dari pinggir lapangan.

Drama 14 Perhentian Jalan Salib

Drama Jalan Salib diperankan oleh para anak muda yang memainkan berbagai tokoh, mulai dari Yesus sebagai juru selamat dan pembawa damai, para serdadu Romawi, hingga Maria, ibu Yesus, yang digambarkan menangis penuh kesedihan di bawah salib.

Tablo dimulai dari adegan Yesus berdoa di Taman Getsemani hingga proses penyerahan kepada Raja Pilatus. Para pemeran memainkan setiap adegan dengan penuh penghayatan sehingga umat yang hadir turut merasakan penderitaan yang digambarkan dalam kisah sengsara Yesus.

Properti Dibuat dari Barang Bekas

Sejumlah kostum dan properti serdadu dibuat dari barang bekas yang dikumpulkan para OMK sejak satu bulan terakhir. Mereka juga merancang berbagai poster simbolik bertema anti perang, seperti gambar tank, senjata AK47, dan rudal yang diberi tanda silang.

"Kami ambil barang bekas agar bisa digunakan seperti pakaian serdadu ini," ungkap Cilo, salah seorang desainer sekaligus pendamping OMK.

Pesan Moral tentang Dampak Perang

Tablo berlangsung lebih dari tiga jam sejak pukul 09.00 waktu setempat dan diikuti umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Salah satu momen paling menyentuh terlihat saat adegan para perempuan, termasuk Maria ibu Yesus, menangis di bawah kaki salib. Adegan tersebut menegaskan pesan bahwa kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak menjadi pihak paling terdampak dalam konflik perang.

"Tablo kali ini mengangkat tema siapa yang mengangkat pedang akan binasa oleh pedang siapa memakai pedang akan binasa oleh pedang," kata Felix.

Menurut Felix, kekerasan tidak akan melahirkan kebenaran karena sumber konflik peperangan berasal dari dalam diri manusia, yakni hawa nafsu dan ambisi.

Rangkaian Pekan Suci Berlanjut

Usai mengikuti Jalan Salib, umat Paroki Santo Fransiskus Xaverius Boawae melanjutkan ibadah dengan Misa Jumat Agung yang disertai ritual cium salib pada pukul 15.00 waktu setempat.

Umat juga menjalani rangkaian Pekan Suci selama tiga hari kudus, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci, yang kemudian ditutup dengan perayaan Minggu Paskah sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya