Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

GAMKI Pematangsiantar: Salib Simbol Keberanian untuk Berdiri di atas Kebenaran

Apul Iskandar Sianturi
03/4/2026 15:39
GAMKI Pematangsiantar: Salib Simbol Keberanian untuk Berdiri di atas Kebenaran
Ilustrasi(MI/Apul)

MOMENTUM peringatan Jumat Agung hadir sebagai pengingat bahwa pengorbanan merupakan bentuk tertinggi dari pengabdian. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Pematangsiantar, Jon Roi Tua Purba, menegaskan makna penting peringatan ini kepada Media Indonesia, Jumat (3/4/2026).

"Salib bukan sekadar simbol penderitaan, melainkan simbol keberanian untuk berdiri di atas kebenaran. Kristus telah memberikan teladan bahwa untuk mencapai pemulihan, kita butuh kerelaan untuk melayani dan berkorban bagi sesama," kata Jon Roi Tua Purba.

Ajakan Refleksi bagi Pemuda dan Masyarakat

Dalam peringatan Jumat Agung tahun 2026, Jon Roi mengajak seluruh kader GAMKI dan masyarakat Kota Pematangsiantar untuk berrefleksi dan menjadikan pengorbanan Kristus sebagai kompas moral dalam setiap langkah organisasi dan kehidupan pribadi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya solidaritas pemuda dengan menebar kasih tanpa batas kepada sesama warga kota, tanpa memandang perbedaan, sebagai wujud nyata menjadi “garam dan terang” bagi masyarakat.

"Pemuda Gereja diharapkan menjaga integritas sebagai murid Kristus. Ini penting untuk mengawal pembangunan dan kedamaian di Kota Pematangsiantar," pesan akademisi Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar ini.

Pengorbanan dan Ketulusan Hati sebagai Sumber Perubahan

Jon Roi juga menekankan bahwa pengaruh yang paling mengubah dunia lahir dari pengorbanan dan ketulusan hati, bukan dari ambisi kekuasaan.

"Mengutip dari Matius 20:28, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah karya keselamatan Kristus selesai, tugas orang percaya adalah meneruskan keselamatan itu melalui tindakan nyata dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi.

"Kita tidak lagi bekerja untuk selamat, tapi bekerja karena sudah diselamatkan. Selamat memperingati Jumat Agung 2026. Mari kita hayati luka-luka Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib sebagai sumber kesembuhan bagi jiwa dan kota kita. Kiranya kasih Allah menyertai setiap gerak langkah perjuangan kita. Ora et Labora. Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa," pungkasnya. (AP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya