Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Mulai 1 April, Sampah Organik di Badung Disetop Diangkut ke TPA Suwung

Ruta Suryana
30/3/2026 15:34
Mulai 1 April, Sampah Organik di Badung Disetop Diangkut ke TPA Suwung
Tumpukan sampah di depan warung di areal Perumahan Dalung Permai, Badung.(MI/RUTA SURYANA)

TERHITUNG mulai 1 April 2026, sampah jenis organik disetop pembuangannya ke TPA Suwung, Denpasar. Yang diangkut hanya sampah residu, sedangkan sampah organik dipilah dan diolah berbasis sumber. 

Di Kabupaten Badung, sosialisasi ini terus digencarkan, bahkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung sampai mendatangi rumah-rumah warga di kompleks perumahan termasuk di perumahan padat penduduk yakni Dalung Permai.

Selain DLHK juga jasa pengangkutan sampah seperti BUMDes Dalung juga menyampaikan sosialisasi terkait kebijakan pemilahan sampah yang efektif mulai berlaku 1 April. 

Seperti yang disampaikan salah satu staf BUMDes Dalung, Kuta Utara, Yudha, bahwa jenis sampah yang akan diangkut per 1 April hanyalah residu, sedangkan yang jenis organic diolah di rumah masing-masing. 

“Yang diangkut nanti hanya sampah residu saja, sedang sampah organik diproses di masing-masing rumah tangga sendiri,” ujar Yudha, Senin (30/3).

Menyikapi kebijakan tersebut, sejumlah warga terutama yang tinggal di perumahan dengan luas lahan di bawah 100 meter persegi tampak pesimis untuk bisa mengolah sampah organic secara efektif. 

“Saya kok agak pesimis ya, soalnya tiap hari produksi sampah organik lumayan banyak, rata-rata bisa 3 kg bahkan lebih. Saya suka konsumsi buah segar dan sayuran organik dengan memasak sendiri,” aku Komang Sugi, salah seorang warga di perumahan padat penduduk, Dalung Permai. Pasalnya, rumahnya sudah tidak ada lagi lahan kosong. 

Untuk sementara sambil mencari solusi, dia mengaku memilih dengan membakar sampah organik yang sudah kering setelah terpapar sinar matahari. “Saya coba dulu  membakarnya, ya lumayan mengurangi,” ujarnya.

Sementara dari pantauan di lapangan menjelang 1 April, masih ditemui tumpukan sampah bercampur di depan pertokoan yang terbungkus tas plastik. Sedangkan di lokasi lainnya baru saja diangkut setelah bertahan sebulan lebih di depan rumah atau kawasan pertokoan.

“Tumben sudah sebulan sebih baru kemarin diangkut, sampah sudah bau bahkan ada ulatnya karena sampahnya bercampur,” ujar Sugi. Padahal dirinya sudah  rajin membayar iuran sampah Rp50 ribu/bulan. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani mengatakan, terkait akan diberlakukan penyetopan kiriman sampah organik ke Suwung,   pihaknya sudah menyiapkan petugas berjaga di TPA Suwung untuk memastikan sampah organik tidak lagi dibuang ke tempat tersebut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya