Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

50 Ribu Pemudik Mahasiswa Mulai Tinggalkan Kota Banda Aceh Menuju Kampung Halaman

Amiruddin Abdullah Reubee
14/3/2026 14:24
50 Ribu Pemudik Mahasiswa Mulai Tinggalkan Kota Banda Aceh Menuju Kampung Halaman
Ilustrasi(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

RINDU kampung halaman dimana tempat kita dilahirkan, adalah seruan jiwa tidak terlupakan. Meskipun alam perantauan penuh gemerlap kemewahan dan istana megah,  ternyata akrab oleh kejenuhan dan selalu membosankan. 

Keindahan sawah nan luas membentang, kicauan burung bebas di lembah bukit, serta percikan air alur kecil adalah kenangan masalalu di kampung halaman nun jauh di sana. Bukan hanya tempat kelahiran, tapi alam keluarga dimana seseorang dibesarkan. 

Di tambah lagi mendengar suara panggilan sang ibu di dapur lagi menyiapkan hidangan. Lalu membayangkan ketika ayah pulang dari lahan pertanian, itulah magnet paling melekat dan rayuan menggoda untuk mudik lebaran. 

Berangkat dari kerinduan itu, sekitar 50 ribu mahasiswa/mahasiswi mulai meninggalkan Kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh untuk mudik lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Sabtu (14/3), misalnya dari Universitas Syiah Kuala (USK) ada sekitar 35 ribu mahasiswa mudik pada Lebaran Idulfitri kali ini. Lalu sedikitnya 15 ribu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan 5 ribu lainnya dari berbagai kampus lain. 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir, kepada Media Indonesia mengatakan, kuliah terakhir di kampus negeri terbesar di Serambi Mekkah itu pada Sabtu 14 Maret 2026. Lalu pada Minggu 15 Maret, mahasiswa tidak ada lagi aktivitas kuliah tatap muka atau luring (luar jaringan).

Mulai Sabtu pagi atau hari Minggu 15 Maret, mahasiswa sudah mulai mudik ke kampung halaman. Aktivitas kuliah tatap muka atau praktikum baru dilaksanakan kembali pada 30 Maret. 

"Perkuliahan dan praktikum dilaksanakan kembali luring pada tanggal 30 Maret 20206. Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatiannya terimakasih," tutur Prof Mustanir. 

Dikatakan Mustanir, arus mudik liburan Idulfitri kali ini adalah sangat padat. Apalagi di jalur Nasional Banda Aceh-Medan dan jalur Nasional Banda Aceh- Barat Selatan. 

Begitu juga di jalur penyeberangan laut Daratan Aceh-Pulau Simeulue, penyeberangan Singkil-Pulau Banyak dan Banda Aceh-Sabang. Bahkan arus mudik juga membludak melalui jalur udara dari dan ke Bandar Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. 

Pihaknya berharap para mahasiswa terutama kaum wanita untuk berhati-hati. Apalagi saat dalam bus umum, pesawat udara, kapal penyeberangan, minibus pribadi dan pengendara sepeda motor. 

"Jika melihat atau mengalami perilaku kekerasan dan merasa tidak nyaman, jangan ragu melapor ke satgas hotline 0823 2000 293," tutur Mustanir mengingatkan. 

Wakil Rektor lulusan Doktor bidang Kia Organik Kyushu Universiti 8 Jepang itu berharap memastikan kondisi kesehatan fit sebeum keberangkatan atau srlkama dalam perjalanan. Simpan nomor darurat dan bagikanokasi ke teman atau keluarga (terutama bagi mahasiswi). 

Wapadai barang bawaan, terutama ketika berada di terminal, pelabuhan atau bandara penerbangan. Jangan berhenti pada lokasi rawan kecelakaan dan di kawasan rawan bencana alam seperti longsor atau banjir. 

Lalu tingkatkan kewaspadaan bila hujan turun dan saat malam tiba. Hindari keberangkatan pada malam hari. Bagus mahasiswi lebih baik keberangkatan bersama teman atau anggota keluarga. 

Yang mudik menggunakan sepeda motor diharapkan lengkapi surat berkendaraan dan patuhi rambu lalu intas. Lalu segera istirahat bila kondisi lelah, apalagi ngatuk. Cukup istirahat dan jangan memaksa perjalanan kalau kondisi tidak mengizinkan. 

"Paling penting jangan ngebut atau ugal-ugalkan untuk menghidari kecelakaan lalu-lintas. Ingat orang tua atau keluarga mu menunggu di rumah. Keberadaan masa depan mu harapan  keluarga" harap Prof Mustanir. 

Ghina Zuhaira, mahasiswa Fakultas Kedokteran USK, mengatakan mudik lebaran Idulfitri biasanya lebih ramai dari Idul Adha. Untuk menghindari kemacetan dan cuaca panas terik matahari, dirinya harus berangkat pada pagi usai salat subuh. 

Apalagi dirinya mudik menggunakan sepeda motor melalui jalur Nasional Banda Aceh-Sigli yang harus melintasi taman hutan raya Pocut Meurah Intan di lereng pegunungan Seulawah Inong. Itu tergolong jalur padat lalulintas, banyak pendakian dan tikungan tajam. 

Ghina yang juga Dokter Muda sedang Koas di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh itu mengaku sudah sangat rindu bersama keluarga di rumah. Apalagi pada tahun ini dirinya sedang jadwal sangat padat.

Dia ingin dapat berbuka puasa dan tarawih dengan ibu bapa dan saudaranya. Hendaknya ada kesempatan walau hanya satu kali saja. 

"Ingin segera mudik untuk bersama keluarga. Tapi apa hendak dikata, kami bersama teman satu angkatan koas baru libur pada 18 Maret," keluh alumni SMA Sukma Bangsa Pidie bersama adiknya Farida Hanum mahasiswi smester IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (F-KIP) USK itu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya