Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah, mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat daerah itu sejak awal Bulan Ramadan ini. Hal itu seiring dengan kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok sebagai fenomena rutin tahunan. Namun demikian, secara umum kondisi ekonomi masih terkendali.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Wonosobo, Kristijadi, kepada wartawan, Minggu (8/3).
"Meskipun sempat terjadi penurunan daya beli masyarakat di awal Ramadan, kondisi ekonomi pasar secara keseluruhan masih terkendali,"katanya.
Ia menjelaskan, sejauh ini stok bahan pokok aman dan harga masih stabil. Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga akan terus melakukan pengawasan intensif serta menindaklanjuti masukan dari masyarakat. Hal itu khususnya terkait peningkatan fasilitas dan kebersihan pasar.
Kapten Cke Sapta Wibawa, Danramil 01/Wonosobo yang mewakili Dandim 0707/Wonosobo, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung stabilitas wilayah.
"Kami memastikan situasi wilayah tetap kondusif dan aman, serta distribusi bahan pokok berjalan lancar. Pengawasan bersama instansi terkait akan terus dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok menjelang Idulfitri," kata Kapten Cke Sapta Wibawa.
Sebelumnya, Pemkab Wonosobo melakukan pemantauan barang kebutuhan pokok. Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya preventif Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan selama periode Ramadan 1447 H. Pemkab juga telah menyiapkan langkah lanjutan seperti operasi pasar murah di berbagai titik desa guna menjaga daya beli masyarakat.
Pemkab Wonosobo berharap, dengan sinergi yang erat antara Pemda, TNI, Polri, dan instansi terkait, masyarakat Wonosobo dapat menjalani ibadah puasa. Serta merayakan Idulfitri dengan tenang serta terpenuhi kebutuhan pokoknya. (TS/E-4)
Di tengah pelemahan daya beli dan perubahan perilaku konsumen pascapandemi, geliat pasar hunian premium justru menunjukkan arah baru.
Pemerintah sebaiknya fokus kepada optimalisasi pemungutan pajak, melalui peningkatan kepatuhan dan perbaikan mekanismenya.
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% memberi sinyal bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki pondasi yang kuat.
Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) didorong dipadukan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12% (yoy), meski dihadapkan pada ketidakpastian global
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved