Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITA Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggaungkan pesan pentingnya menjaga ekologi pada peringatan Nuzulul Quran yang digelar
di Masjid Negara IKN, sehingga diharapkan tiap individu di manapun berada selalu menjaga kelestarian alam demi keseimbangan ekosistem.
Pesan ini senada dengan konsep yang diterapkan di Kota Nusantara, yakni dari total wilayah IKN yang seluas 252 ribu hektare, hanya 25% untuk membangun wilayah perkotaan, 10 persen kawasan ketahanan
pangan, dan selebihnya yang 65% menjadi kawasan hutan lindung.
"Kami bersyukur karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun dapat langsung menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala nasional, berupa peringatan Nuzulul Quran dengan tema Alquran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia," kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Minggu (8/3).
Tema tersebut menjadi pesan kuat, bukan hanya menggambarkan bahwa IKN mengutamakan kelestarian lingkungan dan cinta damai, tapi juga mengajak dunia mencintai alam, menjaga keseimbangan lingkungan, melestarikan biodiversitas, dan memahami pentingnya menjaga
perdamaian.
"Masjid yang baru selesai ini langsung digunakan untuk memperingati Nuzulul Quran Nasional, tentu ini salah satu berkah. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menetapkan Masjid Negara IKN sebagai masjid kembar dengan Masjid Istiqlal," ujar Basuki.
Sementara itu peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan pada Sabtu (7/3) tersebut diawali dengan kegiatan ngabuburit yang digagas oleh Kementerian Agama dengan tema Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ambia Dahlan menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi, khususnya bagi generasi muda di tengah dinamika kehidupan modern.
Menjelang waktu berbuka puasa, ribuan jamaah memadati aula Masjid Negara IKN untuk berbuka puasa bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan disajikannya takjil khas Masjid Negara, yaitu Bubur Nusantara, yang menjadi simbol keberagaman dan persatuan.
Para jamaah dan undangan datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Kota Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, serta beberapa wilayah lain.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Imranul Karim, Juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, disertai sari tilawah oleh Maulidia. Momentum ini semakin khidmat dengan penyampaian hikmah Nuzulul Quran oleh Prof. H.M. Darwis Hude,, Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta.
Dalam tausiahnya, Prof. Darwis Hude menjelaskan bahwa Alquran merupakan mukjizat yang tidak mungkin ditulis oleh manusia. Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah saat yang tepat untuk kembali menajamkan kualitas ibadah serta memperkuat kesadaran manusia terhadap harmoni ciptaan Allah, termasuk dalam menjaga keseimbangan alam. (Ant/E-2)
Telusuri 13 peristiwa penting umat Islam di bulan Ramadan, mulai dari turunnya Al-Quran hingga kemenangan besar yang mengubah peta peradaban dunia.
Tradisi Memasak Menu Kenduri Nuzulul Quran
Jelaskan perbedaan Nuzulul Quran 17 Ramadan dan Lailatul Qadar. Simak sejarah, proses turunnya Al-Quran, dan amalan utama untuk meraih keberkahan.
Sebanyak 1.216 peserta dari Sekolah Lansia (Lanjut Usia) mengikuti penulisan ayat-ayat Al Quran bersama-sama di lokasi acara.
Peringatan Nuzulul Quran 2026 jatuh pada 6-7 Maret. Simak jadwal resmi Pemerintah vs Muhammadiyah, amalan utama, dan agenda nasional di Istana Negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved