Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jadwal Berbuka Puasa di Kepri 28 Februari 2026 Berbeda Tiap Daerah, Bimas Kemenag Imbau Ikuti Jadwal Resmi

Hendri Kremer
28/2/2026 16:00
Jadwal Berbuka Puasa di Kepri 28 Februari 2026 Berbeda Tiap Daerah, Bimas Kemenag Imbau Ikuti Jadwal Resmi
Ilustrasi(Freepik.com)

WAKTU berbuka puasa atau Magrib di wilayah Kepulauan Riau pada 28 Februari 2026 berbeda di setiap kabupaten/kota. Perbedaan ini dipengaruhi oleh letak geografis serta posisi matahari di masing-masing daerah.

Sebagai rujukan cepat, umat Muslim di Kota Batam dapat melaksanakan berbuka puasa pada pukul 18.22 WIB. Sementara itu, masyarakat di Kota Tanjungpinang berbuka puasa pada pukul 18.21 WIB. Meski hanya terpaut satu menit, perbedaan tersebut menjadi penting agar umat Islam tidak keliru dalam menentukan waktu berbuka.

Selain Batam dan Tanjungpinang, sejumlah wilayah lain di Kepri seperti Karimun, Bintan, Anambas, Lingga, dan Natuna juga memiliki waktu Magrib yang dapat berbeda satu sama lain. Perbedaan ini merupakan hal yang lazim dalam penetapan jadwal salat karena setiap daerah memiliki koordinat geografis yang berbeda.

Petugas Bimas Islam Kementerian Agama menjelaskan bahwa jadwal yang dirilis pemerintah telah melalui proses perhitungan hisab yang cermat dan disesuaikan dengan kondisi astronomis tiap wilayah.

“Perbedaan waktu Magrib satu hingga dua menit antarwilayah merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh letak geografis dan posisi matahari. Karena itu, kami mengimbau masyarakat mengikuti jadwal resmi sesuai domisili masing-masing,” ujar petugas Kemenag, Sabtu (28/2).

Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya tidak menyamaratakan jadwal antar kabupaten/kota, terutama di wilayah kepulauan seperti Kepri yang memiliki banyak pulau dan rentang wilayah cukup luas.

“Kami mengajak umat Muslim untuk selalu merujuk pada jadwal resmi Kementerian Agama agar tidak terjadi kekeliruan waktu berbuka. Dengan mengikuti jadwal yang sesuai wilayah, pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan tertib dan lebih khusyuk,” tambahnya.

Dengan adanya perbedaan waktu tersebut, masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memastikan jadwal Magrib berdasarkan wilayah tempat tinggal masing-masing. Mengikuti jadwal resmi tidak hanya membantu menjaga ketepatan waktu berbuka, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya