Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
WORK From Anywhere (WFA) atau kerja fleksibel akan diterapkan selama angkutan mudik Lebaran pada 13 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas saat arus mudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai Rapat Koordinasi dengan Pemerintah provinsi terkait Angkutan Lebaran tahun 2026 di Surabaya, Jumat (20/2) mengatakan cara tersebut bagian dari strategi pemerintah dan sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo dan Menteri PAN-RB
“Salah satu strategi baru yang diterapkan pada Lebaran 2026 adalah pemberlakuan skema WF. Langkah ini telah mendapat persetujuan dari Presiden dan Menteri PAN-RB untuk menyebarkan kendaraan di hari puncak,” katanya.
WFA diterapkan saat arus mudik yakni15, 16, dan 17 Maret 2026 dan arus balik 25, 26, dan 27 Maret 2026.
“Harapannya, dengan WFA, kepadatan lalu lintas bisa terdistribusi lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada tanggal-tanggal tertentu saja,” jelasnya.
Menhub juga mengingat momen Lebaran tahun ini berdekatan dengan perayaan Nyepi, akses menuju Bali akan mengalami penyesuaian. Pada Hari Raya Nyepi, dipastikan tidak akan ada kapal yang melintasi ke arah Bali.
Pihak perhubungan telah menyiapkan sistem delay dan buffer zone di kantong-kantong parkir agar tidak terjadi penumpukan di area pelabuhan. Karena itu, kata Menhub, asyarakat diimbau untuk mengatur ulang jadwal perjalanan agar tidak bertepatan dengan waktu penutupan pelabuhan.
Ditegaskan, pada arus mudik dan balik Tahun ini perdasarkan survei nasional, diperkirakan sebanyak 143,7 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Angka ini secara statistik turun 1,75% dibandingkan tahun 2025. Namun, pemerintah tetap bersiap menghadapi kemungkinan diumumkannya data survei atas.
“Tahun lalu survei menunjukkan 146 juta, namun realisasinya mencapai 154 juta. Belajar dari situ, meski survei tahun ini di angka 144 juta, kami tetap mengantisipasi jika terjadi kenaikan signifikan di lapangan agar perjalanan mudik dan perayaan Nyepi tetap berjalan kondusif,” katanya.
Pemerintah memastikan Posko angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Pemerintah juga meminta agar pemudik merencanakan perjalanan untuk menghindari kemacetan selama arus mudik berlangsung.
“Fokus utama tahun ini adalah koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran arus mudik yang diprediksi akan terjadi meskipun hasil pengawasan awal menunjukkan sedikit penurunan,” katanya.
Menurut Dudy, persiapan operasional di lapangan akan menyasar beberapa titik krusial yang dipandang perlu mendapat perhatian khusus, mulai dari akses penyeberangan hingga jalur wisata.
“Beberapa titik seperti penyeberangan akan kami tindak lanjuti dengan permintaan penambahan armada. Kami juga memetakan lokasi pasar tumpah dan destinasi wisata yang berpotensi memicu kepadatan,” ujarnya. (E-4)
PUNCAK arus mudik lebaran 2026 di Jalan Raya Nagreg, Jawa Barat, diperkirakan akan terjadi hari ini (19/3).
LALU lintas kendaraan dalam 1x24 jam, mulai 17 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, menunjukkan adanya peningkatan signifikan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di jalur tol tetap aman selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
PERKEMBANGAN arus lalu lintas pada hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 menunjukkan pergerakan kendaraan yang masih tinggi di Gerbang Tol Kalikangkung.
MUDIK Lebaran 2026 diprediksi akan menjadi salah satu pergerakan massa terbesar dengan estimasi 143,9 juta orang.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sekitar 3,53 juta kendaraan akan melintasi pintu keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved