Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

24,9 Juta Pemudik Diprediksi Serbu Jawa Timur, Puncak Arus Mudik Terjadi di 18 Maret

Faishol Taselan
09/3/2026 07:05
24,9 Juta Pemudik Diprediksi Serbu Jawa Timur, Puncak Arus Mudik Terjadi di 18 Maret
Foto udara arus lalu lintas kendaraan memadati jalur wisata Prigen di Perempatan Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025).(Antara)

DINAS Perhubungan Provinsi Jawa Timur memprediksi sebanyak 24,9 juta orang pemudik akan bergerak menuju Jawa Timur pada masa libur Lebaran mendatang. 

Dishub Jatim juga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jatim akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 mendatang.

“Potensi pergerakan ke Jawa Timur itu, yang asalnya keluar dari Jawa Timur sekitar 15,61 juta, tapi yang masuk ke Jawa Timur itu lebih besar, sekitar 24,9 juta orang. Prediksi angkutan mudik itu puncaknya 18 Maret,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono di Surabaya, Minggu (8/3).

Tingginya pemudik menuju Jatim ini menjadikan Jatim sebagai salah satu daerah dengan mobilitas pemudik terbesar secara nasional. Jumlah pemudik yang masuk ke Jatim diperkirakan mencapai 17,30% dari total pergerakan masyarakat secara nasional.

“Meski secara nasional diprediksi terjadi penurunan mobilitas sebesar 1,75%, namun volume pergerakan masyarakat menuju Jatim tetap diperkirakan tinggi,” katanya.

Didominasi Kereta Api

Berdasarkan data Dishub Jatim, moda transportasi yang paling diminati pemudik adalah kereta api dengan persentase 37,8% atau sekitar 2,93 juta penumpang.

Posisi berikutnya ditempati moda bus sebesar 34,5% atau sekitar 2,67 juta orang, disusul angkutan penyeberangan yang diperkirakan melayani sekitar 1,23 juta penumpang.

Untuk mendukung mobilitas pemudik, pemerintah juga telah menyiapkan 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, serta ratusan pesawat dan kapal laut.

Dishub Jatim juga mengidentifikasi sejumlah potensi masalah selama masa angkutan Lebaran, di antaranya lonjakan penumpang, keterbatasan armada, kondisi infrastruktur jalan, serta faktor cuaca karena masih berada dalam musim penghujan.

“Fokus permasalahan pada angkutan Lebaran itu adalah lonjakan penumpang dan ketersediaan armada. Yang kedua kondisi infrastruktur, ketiga kemacetan dan keselamatan lalu lintas, kemudian cuaca karena masih musim hujan,” kata Nyono.

Kemacetan juga diprediksi terjadi tidak hanya di jalur mudik utama, tetapi juga pada jalur menuju sejumlah destinasi wisata pada puncak libur Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 22–23 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026 di sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di Jawa Timur. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya