Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 112 rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang luapan Kali Kedunggigil, Rabu (11/2). Banjir luapan Kali Kedunggigil ini dipicu akibat hujan deras yang berlangsung lama.
Seratusan rumah itu tersebar mulai dari RT 01 hingga RT 12. Kondisi tersebut mengakibatkan genangan di permukiman berkisar antara 10-20 cm.
"Iya. banjir ini disebabkan hujan deras dengan intensitas cukup lama hingga membuat permukiman tergenang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Ristony Eka Putra, Rabu (11/2).
Menurut dia, hujan yang terjadi pada Selasa (10/2) malam itu berlangsung lebih dari dari dua jam hingga 20.00 WIB menyebabkan Kali Kedunggigil meluap. Ini menyebabkan rumah warga terdampak genangan hingga setingga 20 cm.
"Total rumah yang tergenang sebanyak 112 unit," jelasnya.
Banjir kemudian berangsur surut pada Rabu siang dan tersisa jumlah rumah yang tergenang sekitar 15 unit. Belasan rumah itu tersebar di RT 2, 5, 7, dan 8.
BPBD Bojonegoro juga menurunkan personelnya ke lokasi untuk melakukan pendataan.
Ia juga mengimbau pemdes serta warga setempat agar selalu waspada dengan situasi cuaca yang terjadi. Pasalnya, potensi bencana serupa bisa kembali terjadi.
Terlebih, pada Februari curah hujan juga masih tinggi. (I-2)
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved