Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN dalam menjalankan tanggung jawab sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di dua wilayah sekaligus, yaitu di Pidie Jaya Aceh dan Sibolga Medan diwujudkan PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance). Inisiatif ini merupakan bagian peran aktif perusahaan yang bersumber penggalangan dana dan iuran dari pekerja dalam mendukung pemulihan masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial pascabencana.
Di Aceh, BRI Insurance menyalurkan bantuan berupa peralatan dapur berupa 390 unit kompor gas, perlengkapan belajar dan ibadah bagi masyarakat terdampak banjir bandang yang serahkan secara simbolis oleh Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, kepada Kepala Desa setempat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Fenti Octaviani, Vice President Corporate Secretary, Khusnul Hilal, Vice President Syariah Business Division, serta Ardiansyah, Kepala Cabang BRI Insurance Syariah Aceh.
Bantuan dengan total nilai Rp.230 juta berasal dari penggalangan dana dan iuran sosial pekerja dengan harapan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, pendidikan dan aktifitas ibadah untuk mempercepat proses pemulihan agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan baik.
Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan "Pertama Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami warga Pidie Jaya dan sekitarnya, Kami percaya bahwa kehadiran BRI Insurance harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi krisis. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan," ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (7/2).
Budi Legowo juga menegaskan bahwa sebagai perusahaan, kehadiran BRI Insurance tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat. Dimana sebelum bantuan pascabencana ini kami juga telah menyalurkan bantuan CSR melalui BNPB ke wilayah bencana di Aceh, Medan dan Padang.
Pada hari yang sama, BRI Insurance juga menyalurkan bantuan berupa fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) kepada masyarakat terdampak bencana di Medan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Jimmy Prawiradigja, SEVP Teknik BRI Insurance, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan sanitasi yang aman dan layak bagi masyarakat.
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat dan kenyamanan masyarakat di tengah kondisi yang penuh keterbatasan.
Akses terhadap sanitasi yang memadai merupakan fondasi penting dalam proses pemulihan, sekaligus mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalankan kehidupan secara lebih aman dan produktif.
SEVP Teknik BRI Insurance, Jimmy Prawiradigja, menyatakan "Fasilitas sanitasi merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda, khususnya dalam situasi pascabencana. Melalui bantuan MCK ini, BRI Insurance ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap lingkungan yang lebih layak dan nyaman, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung dengan lebih optimal. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk hadir secara responsif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,"papar Jimmy.
Ke depan, perusahaan akan terus mengambil peran aktif dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan dalam mendukung ketahanan sosial serta pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif. (Cah/P-3)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved