Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Optimalkan Pencairan Korban, Modifikasi Cuaca Dilakukan Setiap Hari di Lokasi Longsor Cisarua

Naviandri
30/1/2026 08:33
Optimalkan Pencairan Korban, Modifikasi Cuaca Dilakukan Setiap Hari di Lokasi Longsor Cisarua
Ilustrasi(MI/NAVIANDRI)

UNTUK mengoptimalkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) tiga kali dalam sehari, namun bisa lebih dari tiga kali sesuai kebutuhan bisa dilakukan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu kemarin menyatakan, OMC dilaksanakan dengan cara menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) di awan yang dalam fase pertumbuhan. Kapur tohor akan mengeluarkan panas sehingga mengganggu pertumbuhan awan dan hujan menjadi tertunda. Pelaksanaan OMC dapat mengurangi hujan hingga 30 persen.

"Potensi pertumbuhan awan di lokasi longsor tergolong sangat tinggi karena saat ini puncak musim hujan. BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan," tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Provinsi Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman mengatakan, OMC dilaksanakan agar cuaca cerah sehingga proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu berjalan lancar.

"Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi korban. Hujan turun akan menghambat proses evakuasi," tandasnya.

Sementara itu upaya tim SAR gabungan dalam mencari korban longsor membuahkan hasil. Hingga Rabu (28/1), pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sebanyak 53 kantong jenazah. Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian sebanyak 27 jiwa.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menerangkan, kantong jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi. Operasi SAR akan terus dilakukan dengan beberapa prinsip, yakni keselamatan personil sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi dan transparansi data korban serta sinergi seluruh unsur yang terlibat.

"Seluruh personel di lapangan berkomitmen untuk bekerja secara maksimal, profesional dan humanis demi menemukan korban yang dinyatakan hilang," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya