Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi krusial untuk menyelamatkan sumber penghidupan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Rehabilitasi perdana di Sumbar dilaksanakan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (15/1), bersamaan dengan peluncuran program serupa di Aceh dan Sumatra Utara. Program ini secara resmi dilaunching oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menegaskan bahwa rehabilitasi lahan pascabencana tidak bisa ditunda karena langsung berdampak pada pendapatan petani dan pasokan pangan.
“Rehabilitasi ini kita laksanakan serentak di tiga wilayah terdampak bencana. Tujuannya jelas, menjaga produktivitas pangan nasional dan memastikan ekonomi petani tidak semakin terpuruk,” ujar Sam.
Menurutnya, tahap awal rehabilitasi difokuskan pada lahan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar bisa segera kembali ditanami. Sementara lahan dengan kategori rusak berat akan ditangani secara bertahap sesuai tingkat kerusakan.
“Intervensi yang kita lakukan meliputi pembentukan kembali struktur lahan, pendampingan penanaman, hingga bantuan alat dan mesin pertanian. Targetnya, sawah bisa kembali produktif secepat mungkin,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Sumbar menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyebut rehabilitasi lahan menjadi harapan besar bagi petani yang terdampak bencana.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Kementerian Pertanian. Rehabilitasi ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Solok, tetapi juga akan menyasar seluruh kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak,” tegas Arry.
Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari lahan rusak ringan, kemudian rusak sedang, hingga rusak berat. Dengan skema ini, seluruh daerah terdampak dipastikan akan mendapat giliran pemulihan.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumbar, total luas lahan pertanian yang terdampak bencana mencapai 6.451 hektar. Rinciannya, 2.802 hektar rusak ringan, 822 hektar rusak sedang, dan 2.827 hektar rusak berat.
Arry berharap program rehabilitasi ini mampu memulihkan semangat petani dan mempercepat kebangkitan Sumbar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga secara sosial dan mental pascabencana. (Z-10)
PENGEMBANGAN hilirisasi ayam terintegrasi dinilai sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan keberlangsungan swasembada protein.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Hilirisasi ayam terintegrasi bertujuan menyejahterakan peternak melalui kepastian bibit (DOC) yang terjangkau, peningkatan daya saing, dan kestabilan usaha.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Menurut Heru, puso terjadi secara tersebar dan sebagian besar berlangsung pada Oktober 2025, saat tanaman padi telah memasuki masa panen.
Penelitian Penn State menemukan peningkatan signifikan kasus melanoma di wilayah Pennsylvania yang dekat lahan pertanian dan penggunaan herbisida.
Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia menyoroti dua persoalan krusial yang masih membayangi sektor pertanian nasional, yaitu maraknya alih fungsi lahan dan lemahnya pembaruan data pertanian.
PRESIDEN Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pada jajaran kabinet Merah Putih untuk melakukan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di desa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved