Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Denny Susanto
14/1/2026 11:50
Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana
Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di Banjarbaru dan Banjarmasin di Pondok Pesantren Nurul Ma'ad, Kota Banjarbaru(MI/Denny Susanto)

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dan perbaikan (revitalisasi) sekolah sebanyak 71 ribu satuan pendidikan pada 2026. Revitalisasi bangunan sekolah diprioritaskan pada daerah terdampak bencana.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di sela-sela kunjungan kerja dan peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di Banjarbaru dan Banjarmasin yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Ma'ad, Kota Banjarbaru, Selasa (13/12).

Pada 2025, program revitalisasi satuan pendidikan yang diselenggarakan Kemendikdasmen sebanyak 16.171 satuan pendidikan seluruh Indonesia, dengan anggaran senilah Rp16,9 triliun. Sejauh ini menurut Mendikdasmen progresnya sudah lebih dari 90%. "Pada akhir  Januari ini kami harapkan semua satuan pendidikan sudah selesai 100%," ujarnya.

Program revitalisasi ini menurut Abdul Mu'ti berjalan lebih hemat dan efesien karena total anggaran Rp16,9 triliun tersebut yang awalnya diperuntukkan hanya bagi 10.440 satuan pendidikan, kini bertambah dengan adanya swakelola bisa menjadi 16.171 satuan pendidikan. "Program revitalisasi ini berjalan lebih efektif, melibatkan partisipasi masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal, serta lebih akuntabel. "Ini akan menjadi model yang akan dikembangkan pada 2026 ini," ungkapnya.

Pada 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi untuk 71.000 lebih satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.

Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Rabu (14/1) memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam upaya revitalisasi sekolah di Kalsel. "Tentu masih banyak sekolah yang perlu revitalisasi terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana," ungkapnya.

Tercatat lebih 200 sekolah jenjang PAUD hingga SMA di Kalsel telah direvitalisasi melalui dana APBN dengan anggaran mencapai Rp232,9 miliar. Program revitalisasi menjangkau 26 PAUD, 86 SD, 78 SMP, 29 SMA, 25 SMK, dan 6 SLB.

“Program revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga pada penguatan pembelajaran adaptif, inklusif, dan bermutu untuk semua peserta didik,” ucapnya.

Sedangkan jumlah sekolah terdampak banjir di Kalsel sebanyak 926 sekolah dengan estimasi biaya revitalisasi mencapai triliunan rupiah. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya