Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memfokuskan penanganan musibah tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada proses identifikasi korban melalui pemeriksaan antemortem dan forensik.
Upaya tersebut dilakukan seiring operasi pencarian yang telah memasuki hari keempat dan ditemukannya satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya kapal tersebut.
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat (26/12). Dalam peristiwa itu, empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol dilaporkan hilang.
Pada hari keempat pencarian, Senin (29/12), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah perempuan di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo. Jenazah tersebut segera dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk menjalani proses identifikasi medis oleh tim forensik.
Sejalan dengan upaya identifikasi tersebut, Polda NTT melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Manggarai Barat telah lebih dahulu melaksanakan pemeriksaan antemortem pada Minggu (28/12). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif guna mempercepat pencocokan data korban.
PEMERIKSAAN ANTEMORTEM
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa pemeriksaan antemortem merupakan tahapan krusial dalam penanganan korban bencana.
“Antemortem dilakukan dengan mengumpulkan data korban saat masih hidup, mulai dari ciri fisik, riwayat medis, hingga pengambilan sampel biologis, untuk mendukung proses identifikasi secara ilmiah apabila korban ditemukan,” ujar Henry.
Ia menambahkan, kegiatan antemortem dilaksanakan di Posko Antemortem dan Zasgo Hotel Labuan Bajo dengan melakukan wawancara langsung terhadap Ortuno Andrea, ibu sekaligus istri dari para korban yang masih dalam pencarian.
“Tim melakukan pendalaman terkait ciri fisik khusus korban serta pengambilan sampel biologis berupa darah, air liur, dan rambut. Sampel tersebut disiapkan sebagai pembanding dalam pemeriksaan DNA,” jelasnya.
Kabidhumas Polda NTT menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum dan pelayanan maksimal kepada keluarga korban, khususnya warga negara asing yang terdampak musibah tersebut.
EMPAT WNA SPANYOL
Adapun empat WNA asal Spanyol yang sebelumnya dilaporkan hilang yakni Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.
“Polda NTT berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, humanis, dan transparan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, baik dalam operasi pencarian maupun penanganan medis dan identifikasi korban,” ungkap Henry.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang belum ditemukan, sementara proses identifikasi terhadap jenazah yang telah dievakuasi masih terus berlangsung. (E-2).
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengerahkan empat peralatan berteknologi canggih untuk mempercepat pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah keberhasilan Polda NTT dalam menuntaskan 100% perkara tindak pidana di sektor kelautan, khususnya illegal fishing.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) membeberkan deretan pengungkapan kasus menonjol sepanjang 2025 yang menyita perhatian publik.
Penambahan sarana operasional bagi personel Bhabinkamtibmas dinilai sebagai bukti konkret keseriusan Polri dalam meningkatkan kualitas layanan Polda NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved