Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Minim Jam terbang

Andhika Prasetyo
23/12/2025 09:03
Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Minim Jam terbang
Kondisi Bus Cahaya trans setelah mengalami kecelakaan di Tol Krapyak, Semarang.(Antara)

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang masih mendalami penyebab kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan bus Cahaya Trans di Simpang Susun Tol Krapyak. Hingga Senin (22/12) malam, aparat kepolisian telah mengamankan dua sopir bus beserta seorang kernet untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolrestabes Semarang Kombes M Syahduddi mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pengemudi bus tergolong masih berusia muda dengan pengalaman mengemudi yang terbatas. Faktor tersebut menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam mengungkap penyebab kecelakaan yang menelan banyak korban jiwa.

“Polrestabes Semarang terus memberikan pelayanan maksimal, mulai dari proses identifikasi korban, penanganan medis, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing,” ujar Syahduddi dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 16 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, dari total 18 korban luka, sebanyak 13 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis.

Adapun lima korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang. Dua pasien, yakni Marno dan Nyimas Jihan Hasmini, dirawat di RS Tugu Semarang pascaoperasi. Dua korban lain, Parwono dan Rafi Abdurahman, menjalani perawatan di RS Columbia Asia Semarang. Satu korban lainnya, Mahija Kelana Makantan, masih dirawat di RS Elisabeth Semarang.

Syahduddi menegaskan, selain menindaklanjuti aspek penegakan hukum, kepolisian juga memastikan pendampingan terhadap korban dan keluarga berjalan secara optimal. Ia menegaskan penyelidikan kecelakaan bus Tol Krapyak dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan serta keselamatan berlalu lintas.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya