Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) senilai Rp1.153.000.000 untuk membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dan ekologis. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dan diterima oleh Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernuran, Kota Padang, Minggu (21/12).
Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dan masyarakat, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) beserta seluruh masyarakat Kepri atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau. Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menjelaskan, Pemprov Sumbar saat ini terus berupaya melakukan penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana. Dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), Pemprov Sumbar menetapkan tiga prioritas utama, yakni pembangunan hunian tetap, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemulihan fasilitas publik.
“Ketiga prioritas ini menjadi pijakan utama agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Pemprov Sumbar akan memasuki fase pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan rehab-rekon yang terencana dan terukur. Oleh karena itu, pihaknya saat ini juga tengah fokus menyiapkan landasan hukum.
“Pelaksanaan rehab-rekon membutuhkan landasan hukum yang kuat agar prosesnya berjalan baik dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tambah Mahyeldi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan simpati Pemerintah Provinsi serta masyarakat Kepri terhadap masyarakat Sumatra Barat yang tengah menghadapi musibah.
Bantuan yang dihimpun melalui program “Kepri Peduli” tersebut berjumlah Rp1.153.000.000 dengan rincian: Pemprov Kepri sebesar Rp500 juta, BAZNAS Kepri Rp200 juta, donasi masyarakat Kepri Rp400 juta, serta donasi masyarakat Kabupaten Lingga sebesar Rp53 juta.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana alam yang menimpa saudara-saudara kami di Sumatra Barat,” ujar Nyanyang.
Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kepri yang ingin turut meringankan beban masyarakat di Sumbar, khususnya para korban bencana. “Kehadiran kami membawa amanah dan kepedulian masyarakat Kepri. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban serta mempercepat proses pemulihan,” ungkapnya.
Nyanyang juga berharap masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.(M-2)
Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat tahap pemulihan pascabencana di Sumatra Barat.
Pembiayaan pembangunan huntara sepenuhnya ditanggung Pemerintah Pusat melalui BNPB, sementara pemda bertanggung jawab pada fasilitasi data rumah terdampak serta pembebasan lahan
Dari 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 8 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang.
Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan investasi infrastruktur nasional mencapai lebih dari Rp6.000 triliun, namun baru sekitar 40% yang bisa dibiayai lewat APBN dan APBD.
Menurut Mahyeldi, ada dua aspek utama yang perlu menjadi pertimbangan dalam penanganan masalah tersebut. Yakni, kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum yang tegas.
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mencari jalan keluar untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di rumah sakit daerah.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh sindikat internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved