Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan daerah, mulai dari sektor pemerintahan, perekonomian, hingga kehidupan sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam peringatan Hari Ibu yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung pada Senin (22/12).
Menurut Farhan, pengakuan terhadap peran perempuan di sektor publik menjadi sangat penting karena kontribusi mereka telah terbukti memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Bandung.
Dalam keterangannya, Farhan menyoroti bagaimana perempuan telah membuktikan kapasitasnya sebagai penggerak roda ekonomi dan pemerintahan. "Pengakuan kita terhadap peran perempuan, khususnya di sektor publik, baik pemerintahan maupun perekonomian, itu sangat penting. Perempuan sudah membuktikan mampu berkontribusi besar bagi pembangunan Kota Bandung," ujar Farhan.
Ia menambahkan bahwa kekuatan ini terlihat dari banyaknya wirausaha perempuan yang aktif di bawah binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM.
Lebih jauh, Wali Kota Bandung menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai ibu bangsa yang mengisi kemerdekaan melalui pembangunan setara.
Ia menilai perempuan harus memiliki akses, manfaat, partisipasi, hingga kontrol yang seimbang dalam setiap kebijakan publik. Namun, Farhan juga memberikan catatan mengenai tingkat kerentanan perempuan di tengah cuaca ekstrem. Ia mencontohkan temuan di wilayah Cidadap, di mana terdapat keluarga yang dipimpin seorang ibu tinggal di zona rawan longsor, sebagai bukti perlunya perhatian khusus bagi perempuan di daerah bencana.
Mengenai aspek ketenagakerjaan, meskipun jumlah perempuan bekerja secara formal masih di bawah laki-laki, Pemkot Bandung berkomitmen meningkatkan produktivitas melalui berbagai program pemberdayaan. Farhan meyakini bahwa kemandirian ekonomi perempuan akan membawa dampak domino yang positif bagi kesejahteraan keluarga dan masa depan generasi mendatang.
"Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan keluarga dan masa depan anak-anak," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati, mencatat adanya perkembangan positif dalam kesadaran masyarakat terkait isu perlindungan. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah lebih terbuka dan berani melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan mereka.
"Sekarang masyarakat mulai paham, berani, dan mau melaporkan jika terjadi kekerasan terhadap perempuan. Sekarang sudah lebih terbuka," tutur Uum yang menilai hal ini sebagai langkah krusial untuk penanganan kasus secara komprehensif.
Uum juga memaparkan capaian Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Bandung yang terus membaik dan kini berada di angka 0,245. Angka yang semakin mengecil tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di Kota Bandung semakin menipis atau menuju kesetaraan yang lebih baik.
Peringatan Hari Ibu tahun ini pun dimaknai bukan sekadar penghormatan simbolis, melainkan apresiasi nyata terhadap perjuangan kaum perempuan yang terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. (AN/P-5)
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved