Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat memastikan ketersediaan air bersih bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Memasuki hari ketiga pasca-arahan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebanyak 24 titik sumur bor kini telah aktif dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kabag Penum Ropenmas Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimurlan, menegaskan bahwa tim di lapangan terus melakukan monitoring serta analisis dan evaluasi (anev) secara intensif di Posko Polri guna memastikan distribusi air bersih tepat sasaran.
Pada hari ketiga ini, Polri memfokuskan pengerjaan di tujuh titik lokasi baru yang mencakup tempat ibadah hingga sekolah guna mempercepat pemulihan aktivitas sosial masyarakat.
“Hingga hari ini, total 24 sumur bor Polri telah aktif dan dimanfaatkan langsung, terutama di wilayah dengan kebutuhan air bersih paling mendesak,” jelas Erdi, Sabtu (20/12).
Langkah ini merupakan bagian dari misi besar Polri untuk membangun total 209 sumur bor khusus di Aceh Tamiang, dari keseluruhan target 338 fasilitas serupa di seluruh Provinsi Aceh.
Selain pemenuhan air bersih, Polri juga tengah mengebut pembangunan fasilitas sanitasi sebagai langkah preventif terhadap penyakit berbasis lingkungan. Sebanyak 15 unit MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dialokasikan khusus untuk Aceh Tamiang, melengkapi sebaran fasilitas sanitasi di titik-titik terdampak lainnya di Pulau Sumatra.
Komitmen Polri melalui langkah cepat dan berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan negara secara nyata bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari hantaman bencana. (P-5)
SERANGAN nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Kemenkes memastikan kondisi tersebut Kejadian Luar Biasa (KLB).
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1).
Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare ini berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved