Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Manggala Agni (Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan) terus memperkuat operasi perbantuan kemanusiaan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Tidak hanya fokus menjaga hutan, para rimbawan ini kini diterjunkan untuk mempercepat pemulihan kawasan permukiman dan fasilitas publik yang luluh lantak akibat banjir serta tanah longsor.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut, Thomas Nifinluri, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata komitmen kementerian bahwa perlindungan ekosistem tidak dapat dipisahkan dari perlindungan manusia yang tinggal di sekitarnya.
Hingga Kamis (18/12), operasi kemanusiaan ini telah memasuki hari ke-15. Sebanyak 105 personel Manggala Agni dikerahkan untuk melakukan aksi tanggap darurat dan pemulihan di titik-titik krusial.
"Personel kami fokus pada pembersihan sisa lumpur dan puing-puing pada fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, hingga kantor desa agar roda pelayanan publik bisa segera kembali normal," ujar Thomas saat meninjau lapangan.
Selain pengerjaan fisik, tim Manggala Agni juga bertugas mendistribusikan bantuan logistik dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhut langsung kepada para korban bencana. Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa pemulihan.
Thomas juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan para personel rimbawan yang bertugas di medan berat. Mengingat tingginya risiko kelelahan dan paparan penyakit di lokasi bencana, tim medis disiagakan untuk memantau stamina petugas.
"Personel kami bekali dengan suplemen tambahan dan pemeriksaan kesehatan berkala. Stamina optimal adalah kunci agar pelayanan kemanusiaan ini dapat berjalan maksimal hingga masa operasi berakhir," pungkasnya.
Pengerahan Manggala Agni ini membuktikan fleksibilitas satuan tugas Kemenhut dalam menghadapi dinamika bencana nasional, melampaui tugas utama mereka dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. (RK/P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved