Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Personel Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Polda Aceh kembali menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menyasar kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Pada Rabu (17/12), tim Satgas melaksanakan pembangunan dan penyaluran fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum di kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini diambil untuk memastikan pemulihan aspek kesehatan lingkungan dan ketersediaan sarana sanitasi yang layak bagi warga setempat.
Kegiatan pengerjaan sarana publik ini melibatkan unit taktis dari Korps Brimob Polri guna mempercepat ketersediaan fasilitas. Sebanyak 5 personel Satbrimob Polda Aceh bersinergi dengan 20 personel Pasukan (PAS) Brimob 1 dalam proses konstruksi.
Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Ipda Heri Yulizar, selaku perwira pengendali di lapangan. Menurutnya, pembangunan MCK ini adalah respons cepat Polri terhadap keterbatasan akses sanitasi yang sering terjadi di wilayah padat atau terdampak bencana.
“Pembangunan MCK umum ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Brimob terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga di sekitar Kuala Simpang,” ujar Heri Yulizar.
Kehadiran personel di bawah Jembatan Kuala Simpang disambut positif oleh masyarakat. Proyek ini membuktikan bahwa paradigma Brimob Polri telah bertransformasi; tidak hanya fokus pada pengamanan intensitas tinggi, tetapi juga responsif terhadap isu-isu sosial-kemanusiaan.
Sepanjang pelaksanaan pembangunan, situasi terpantau aman dan kondusif. Satgas Aman Nusa II Polda Aceh menegaskan akan terus memetakan titik-titik lain yang membutuhkan bantuan serupa guna memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan standar kesehatan yang lebih baik. (P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved