Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani dampak krisis air bersih pascabencana banjir yang melanda wilayah Sumatera. Sebagai langkah konkret pemulihan, Polri menyalurkan total 627 unit tandon air bersih untuk menjamin akses sanitasi bagi warga terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu titik pemasangan dipusatkan di Gang Sayur, Dusun Subur, Desa Durian, Kecamatan Rantau. Fasilitas ini berfungsi menampung air bersih dari sumur bor yang dibangun secara khusus oleh tim Brimob Polri.
Penyaluran tandon air ini dilakukan secara terintegrasi untuk menjangkau titik-titik pengungsian dan pemukiman warga yang sumber airnya tercemar material banjir. Provinsi Aceh 387 Unit. Sumatera Utara: 140 Unit. Sumatera Barat: 100 Unit.
Komandan Pasukan (Danpas) Brimob I, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., menegaskan bahwa ketersediaan air bersih adalah prioritas utama dalam fase pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.
“Setelah banjir, risiko penyakit berbasis air meningkat. Dengan tandon ini, kami memastikan distribusi air bersih merata dan fasilitas ini dapat dimanfaatkan warga dalam jangka panjang,” ujar Brigjen Pol. Anang saat meninjau lokasi di Desa Durian, Kamis (18/12).
Proses instalasi tandon air dilakukan dengan semangat gotong royong antara personel Brimob dan warga setempat. Kehadiran infrastruktur ini disambut haru oleh masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
“Sejak banjir, sumur kami kotor. Kehadiran tandon air dari Brimob ini sangat membantu kebutuhan memasak dan mencuci kami sehari-hari,” tutur salah seorang warga Desa Durian.
Melalui aksi ini, Polri membuktikan bahwa peran Korps Bhayangkara melampaui tugas pengamanan, yakni hadir sebagai solusi kemanusiaan dalam setiap fase bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. (P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved