Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Mabes Polri mempertebal kekuatan penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan mengirimkan 1.500 personel tambahan.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung apel pemberangkatan personel tersebut di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, sebagai langkah konkret menindaklanjuti instruksi Kapolri dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Penambahan personel ini dilakukan setelah adanya evaluasi penanganan bencana selama satu bulan terakhir. Wakapolri menjelaskan bahwa pengiriman kekuatan baru sangat krusial mengingat personel organik di wilayah terdampak telah bertugas tanpa henti, sehingga memerlukan rotasi untuk menjaga efektivitas tugas kemanusiaan di lapangan.
“Secara fisik dan psikologis, rekan-rekan kita di lapangan sudah mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi setelah bertugas hampir satu bulan penuh. Oleh karena itu, pengiriman 1.500 personel ini diperlukan agar keberlangsungan operasional tetap terjaga optimal,” ujar Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (26/12).
Penempatan ribuan personel tersebut akan difokuskan ke titik-titik krusial seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Tapanuli Tengah, hingga wilayah Agam di Sumatera Barat. Strategi penguatan ini direncanakan tetap berlanjut hingga Februari 2026, menyesuaikan dinamika situasi cuaca dan kebutuhan di lapangan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana yang sulit ditangani secara manual.
Dukungan logistik, penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di pengungsian, serta pemenuhan layanan medis bagi ibu dan anak menjadi atensi khusus dalam operasi ini.
“Penggunaan alat berat menjadi prioritas karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan banjir susulan. Selain itu, air bersih menjadi kebutuhan dasar mendesak, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Kami harus memastikan standar kesehatan masyarakat pengungsi tetap terpenuhi,” tegas Wakapolri.
Pasca-apel pemberangkatan, Wakapolri dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke titik-titik bencana di Sumatera guna memastikan seluruh instrumen penanganan bekerja secara sinkron. Sinergi antara Polri, Badan Penanggulangan Bencana, serta pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat, terutama menjelang persiapan bulan suci Ramadan tahun depan. (P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved