Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sambut Nataru, Pangkogabwilhan III Tegaskan Papua Kondusif melalui Tradisi Bakar Batu

Rahmatul Fajri
18/12/2025 15:55
Sambut Nataru, Pangkogabwilhan III Tegaskan Papua Kondusif melalui Tradisi Bakar Batu
Masyarakat Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah bersama Pangkogabwilhan III Letjen Bambang Trisnohadi menggelar tradisi bakar batu .(Dok. Kogabwilhan III .)

PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Bambang Trisnohadi memastikan situasi keamanan di tanah Papua berada dalam kondisi aman dan kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Indikator kondusivitas tersebut tercermin dari harmonisnya kehidupan sosial masyarakat, seperti yang terlihat dalam tradisi bakar batu di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara aparat keamanan dan warga setempat.

“Saya menghadiri undangan tradisi bakar batu dari saudara-saudara kita, masyarakat Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Natal 2025,” ujar Bambang melalui keterangan resminya, Kamis (18/12).

Menurut Letjen Bambang, tradisi bakar batu memiliki filosofi luhur yang merefleksikan karakter masyarakat pegunungan Papua yang tulus dan menjunjung tinggi nilai persatuan. Batu yang dibakar bukan sekadar proses memasak, melainkan representasi kehangatan hati dan semangat berbagi dalam bingkai NKRI.

“Setiap batu panas yang ditata, daun pisang yang disusun, hingga makanan yang dibagikan, mengandung pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Bahwa dalam kebersamaan dan saling berbagi, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanyalah persaudaraan, satu tanah, satu semangat, semangat persatuan dan cinta NKRI,” jelasnya.

Sentuhan Humanis 
Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III bersama para pejabat utama menyerahkan paket sembako kepada ratusan warga. Selain itu, digelar pula pelayanan kesehatan gratis serta pembagian bingkisan mainan bagi anak-anak di Distrik Hitadipa guna memeriahkan suasana jelang Natal.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Distrik Hitadipa Sulaeman Bilambani serta tokoh agama Pendeta Yonathan Sani ini menyiapkan sedikitnya tujuh ekor babi, 200 ekor ayam, dan belasan karung umbi-umbian serta sayuran untuk dinikmati bersama seluruh warga.

Bambang menekankan bahwa keharmonisan ini merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia. Tradisi ini pun menjadi bukti bahwa dialog budaya dan kebersamaan efektif dalam merajut perdamaian.

“Tradisi bakar batu bukan sekadar warisan budaya, melainkan pelajaran hidup tentang arti bersyukur, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan dengan sesama serta alam. Sebuah warisan yang tidak akan pernah pudar, sehangat batu yang menyinari cinta di setiap hati saudara-saudara kita di Papua,” pungkas Bambang. (Faj/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya