Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ikhtiar UPI dan Kemen PKP Wujudkan Kota Tropis Rendah Emisi

Naviandri
18/12/2025 10:35
Ikhtiar UPI dan Kemen PKP Wujudkan Kota Tropis Rendah Emisi
.(Dok UPI)

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan komitmennya dalam mitigasi perubahan iklim melalui gelaran International Symposium and Workshop on Sustainable Buildings, Cities and Communities (SBCC 2025). Mengusung tema krusial “A Sustainable Cooling for Cities: Designing for Hot and Humid Climates”, forum ini menjadi ruang kolaborasi global untuk merumuskan arsitektur kota tropis yang lebih sejuk dan berkelanjutan.

Simposium yang digelar Senin (15/12) ini menghadirkan para pakar, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk menjawab tantangan urban heat island dan krisis energi di kawasan tropis yang kian mendesak.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menegaskan bahwa arah pembangunan perumahan nasional harus segera beralih ke model hunian tangguh bencana dan rendah emisi. Indonesia saat ini menghadapi tantangan double backlog, di mana jutaan keluarga belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak.

“Pembangunan tidak bisa lagi hanya mengejar kuantitas. Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan. Pemerintah mendorong pemanfaatan arsitektur lokal serta material ramah lingkungan seperti kayu dan bambu, ditambah penerapan desain pendinginan pasif untuk menekan emisi karbon,” jelas Fahri.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk berada di garis depan kepemimpinan keberlanjutan. UPI melalui Pusat Keunggulan Universitas untuk Bahan Bangunan dan Energi Rendah Emisi (PUU MEB) berupaya mentransformasikan riset menjadi solusi sosial-lingkungan.

“Tantangan kota tropis memerlukan pendekatan lintas disiplin. UPI hadir sebagai agen perubahan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan ketahanan nyata di lapangan,” ujar Didi.

Ketua Konferensi SBCC 2025, Beta Paramita, menyoroti bahwa isu pendinginan berkelanjutan berdampak langsung pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Oleh karena itu, rekomendasi teknis yang dihasilkan harus bersifat aplikatif.

Forum ini berkontribusi langsung pada pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin Kota dan Permukiman Berkelanjutan (SDG 11) serta Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13). Melalui SBCC 2025, UPI memperkuat posisinya dalam mengawal pembangunan hunian masa depan yang lebih sejuk, tangguh, dan berkelanjutan. (AN/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik