Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Volume Jalan Tol Trans Sumatera Diprediksi Naik 30%, Hutama Karya Siagakan 3.223 Personel

Rudi Kurniawansyah
17/12/2025 12:26
Volume Jalan Tol Trans Sumatera Diprediksi Naik 30%, Hutama Karya Siagakan 3.223 Personel
.(MI/Rudi Kurniawansyah)

PT Hutama Karya (Persero) memperkirakan volume lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) akan meningkat signifikan hingga 30,2% selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Menanggapi proyeksi tersebut, perseroan menggelar Apel Siaga di Rest Area KM 397 Jalur A Tol Palembang-Betung, Rabu (17/12).

Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi, menekankan bahwa lonjakan trafik ini memerlukan kesiapsiagaan komprehensif melalui sinergi lintas instansi, termasuk kepolisian, TNI, Dishub, hingga BPBD.

“Kami memastikan seluruh ruas berada dalam kondisi prima. Pekerjaan pemeliharaan rutin dan berkala di JTTS telah tuntas pada 16 Desember kemarin agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Pada periode Nataru kali ini, Hutama Karya mengoperasikan 14 ruas JTTS dengan total panjang mencapai 800,52 km. Selain ruas bertarif, terdapat dua ruas yang dibuka secara fungsional untuk mengurai kepadatan.

Junction Palembang: (Ramp I, V, VI, VII B, dan VIII) beroperasi 24 jam mulai 16 Desember hingga 4 Januari 2026.

Tol Palembang–Betung Seksi 1: (Musi Landas–Pulau Rimau) fungsional pada 20 Desember–2 Januari 2026 (Pukul 07.00–16.00 WIB).

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1: (Padang Tiji–Seulimeum) yang sudah dibuka sejak 7 Desember lalu.

Hutama Karya menyiagakan 451 unit armada operasional dan 3.223 petugas siaga. Layanan pengguna jalan juga diperkuat dengan 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/Rest Area), 1.534 unit kamera CCTV, serta skema holding system di TIP untuk mengatur arus kendaraan jika terjadi penumpukan.

Ketua Tim Penanganan Layanan Nataru HK, Dwi Aryono Bayuaji, menjelaskan bahwa puncak arus mudik Natal diperkirakan jatuh pada 20–21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi dan mematuhi batas kecepatan. Gunakan aplikasi HK Toll Apps untuk memantau kondisi terkini dan layanan darurat,” pungkas Mardiansyah. (RK/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya