Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Hujan lebat yang mengguyur Kota Batam pada Selasa (16/12) sore mengakibatkan banjir parah di sejumlah wilayah. Jalan utama yang menghubungkan kawasan Perumahan Marbella dan Botania, Kecamatan Batam Kota, dilaporkan tidak bisa dilalui akibat genangan air yang cukup tinggi.
Curah hujan tinggi yang turun sejak sekitar pukul 16.00 WIB membuat air dengan cepat meluap dan menggenangi badan jalan. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai paha orang dewasa sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas di kawasan Marbella–Botania lumpuh total. Kendaraan yang terjebak banjir terpaksa berhenti, sementara sebagian pengendara memilih memutar arah untuk menghindari genangan air.
Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan terendam hingga mengalami mogok. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan dan kemacetan yang mengular hingga ke ruas jalan sekitar.
Salah seorang pengguna jalan, Andi, 35, mengaku terjebak kemacetan cukup lama akibat banjir tersebut. Ia mengatakan banyak pengendara ragu menerobos genangan air karena khawatir kendaraan rusak. “Airnya tinggi sekali, banyak motor dan mobil akhirnya berhenti,” ujarnya.
Pengendara lain, Rina, 28, menilai banjir ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam pulang kerja. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan drainase di kawasan tersebut. “Setiap hujan deras pasti banjir, seharusnya sudah ada solusi jangka panjang,” katanya.
Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan, sebelumnya menjelaskan hujan lebat yang terjadi dipicu oleh aktivitas awan konvektif yang cukup intens di wilayah Kepulauan Riau. Menurutnya, tingginya kelembapan udara dan pertemuan massa udara menjadi faktor utama terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. “Potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi, terutama pada siang hingga sore hari,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir dan genangan air. Ia meminta warga, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir, agar terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
Hingga sore hari, genangan air di lokasi kejadian belum sepenuhnya surut. Warga dan pengguna jalan diimbau menghindari kawasan banjir, sementara pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (H-1)
Sepanjang triwulan IV 2025, hipertensi tercatat sebagai penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan, dengan mayoritas penderitanya merupakan perempuan.
Sejumlah warga mengeluhkan demam yang disertai pegal, nyeri pada persendian, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh.
Sebagai kota industri dan perdagangan internasional, Batam sangat dipengaruhi oleh fluktuasi kurs, terutama Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Amerika Serikat (USD).
Pengembangan jaringan gas dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam Program Prioritas Nasional untuk memperkuat kemandirian energi.
Pemerintah Kota Batam bersama DPRD Kota Batam memperkuat komitmen mewujudkan Batam sebagai Kota Layak dan Ramah Anak melalui pengesahan Perda tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved