Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS air bersih akibat banjir bandang di kawasan Provinsi sangat mengkhawatirkan. Selain berpengaruh terhadap kelangkaan air minum juga berdampak buruk bagi keperluan sanitasi warga di lokasi setempat.
Menyikapi persoalan tersebut, kini Universitas Syiah Kuala (USK) mulai membangun sumur-sumur baru sebagai sumber air bersih untuk menutupi kebutuhan para korban bencana dahsyat itu.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, Selasa (16/12) universitas negeri terbesar di Aceh itu, dalam pekan ini sedang membangun 15 unit sumur baru di Desa Rhing Mancang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Aksi cepat tanggap di sektor sanitasi dan air bersih ini dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dikti Saintek USK, pada dua hari lalu yaitu Minggu, (14/12).
Itu merupakan upaya mendesak untuk memulihkan akses air layak bagi masyarakat pascabencana. Karena air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan krusial.
Apalagi terbatasnya sumber air layak bisa berberdampak langsung pada kesehatan masyarakat, meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta menghambat aktivitas harian warga. Intervensi di sektor air bersih bukan hanya bersifat darurat, tapi juga menjadi pondasi penting untuk pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak banjir.
Ketua PKM Bidang Air Bersih dan Sanitasi Prof Akhyar mengatakan, pendekatan teknis dan partisipatif adalah kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
“Pembangunan 15 sumur ini dirancang sesuai kondisi hidrogeologi setempat dan kebutuhan warga. Pengoperasian tiga mesin pengeboran secara bersamaan memungkinkan percepatan pekerjaan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Desa Rhing Mancang" tutur Akhyar.
Adapun Ketua Satgas Respons Senyar USK, Prof Syamsidik mengatakan program PKM ini menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan berbasis keilmuan yang dijalankan USK.
“Pemulihan akses air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan mendasar pascabencana. Melalui PKM Dikti Saintek ini, USK hadir tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga mendorong pemulihan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat" ujarnya.
Melalui program PKM Diktisaintek USK, pihaknya berkomitmen mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi. Diantaranya berupaya pemulihan pascabencana banjir. Khususnya dalam memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sebagai fondasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (H-1)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah.
BANJIR di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, Sulawesi Utara, yang terjadi mulai Senin (5/1) dini hari menewaskan 16 orang, sementara tiga warga lainnya hilang
Warga membersihkan peralatan rumah tangga yang masih dapat diselamatkan dari timbunan tanah longsor dan material di Desa Mendale, Aceh Tengah.
Program makan bergizi gratis atau MBG tetap disalurkan selama libur sekolah, Direktur Ekonomi Celios mengusulkan agar MBG dialihkan untuk membantu korban bencana banjir di Sumatra
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved