Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cirebon Siapkan Pengamanan Nataru 2026

Nurul Hidayah    
15/12/2025 17:02
Cirebon Siapkan Pengamanan Nataru 2026
Petugas tengah memperbaiki PJU di jalur pantura(MI/Nurul)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mulai menyiapkan pengamanan dan pelayanan maksimal menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pemkab akan berkolaborasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan TNI, demi menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menegaskan komitmen Pemkab dalam kolaborasi pengamanan Nataru. Pihaknya telah menginstruksikan beberapa dinas terkait untuk bersiap.

“Kami sudah meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melengkapi penerangan jalan umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas, agar pengendara yang melewati ruas jalan di Kabupaten Cirebon bisa lebih nyaman dan aman, terutama jika melintas di malam hari,” tutur Hendra, Senin (15/12).

Selain itu, Hendra juga memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiapkan tenaga medis, obat-obatan, dan peralatan medis di setiap posko pengamanan guna memberikan pertolongan pertama bagi pengendara yang mengalami gangguan kesehatan.

Langkah mitigasi bencana juga menjadi perhatian. “BPBD agar berkolaborasi dengan PU untuk melakukan survei dan pengecekan terhadap pohon yang memiliki risiko menimpa pengguna jalan,” ungkap Hendra.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, menambahkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera menyalakan kembali ratusan PJU di sepanjang jalur Pantura, mulai dari Palimanan hingga Susukan. Dishub Kabupaten Cirebon akan membantu tim pemasangan secara teknis di lapangan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni, menjelaskan pengamanan Nataru akan dilaksanakan melalui operasi dengan sandi Lilin Lodaya 2025, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Operasi ini fokus pada pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan prioritas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami juga memetakan titik-titik yang rawan kemacetan, di antaranya di tempat wisata, termasuk wisata kuliner, serta area yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya,” jelas Sumarni.

Polresta Cirebon juga akan menggencarkan sosialisasi layanan 110 untuk menyikapi kejahatan jalanan, serta memberikan perhatian khusus pada pengamanan gereja di seluruh Kabupaten Cirebon. (UL/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya