Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

ASDP Siap Antisipasi Cuaca Ekstrem pada Angkutan Nataru

Ihfa Firdausya
15/12/2025 16:09
ASDP Siap Antisipasi Cuaca Ekstrem pada Angkutan Nataru
media briefing(MI/IHFA FIRDAUSYA)

PT ASDP Indonesia Ferry ( Persero) atau ASDP melakukan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ektrem pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyebut pihaknya senantiasa memastikan kesiapan kapal hingga kru untuk berlayar.

"Tentunya kita juga terus memonitor dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), semua stakeholder kita koordinasikan, apa yang menjadi peringatan BMKG menjadi perhatian serius. Bahwa kita punya komitmen soal keselamatan menjadi prioritas," tegas Heru dalam media briefing di Jakarta, Senin (15/12).

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse menambahkan, rencana kontinjensi (contingency plan) sudah disiapkan menghadapi cuaca ekstrem.

"Ini sudah menjadi catatan dari BMKG yang menyebutkan bahwa ada kemungkinan cuaca ekstrem di wilayah selatan khatulistiwa, sehingga untuk mengantisipasi hal ini kita menyiapkan tugboat (kapal tunda) di sisi Merak dan di sisi Bakauheuni ini. Kemudian teknisi standby 24 jam," papar Rio.

"Pelabuhan alternatif tetap siaga. Kita menempatkan personel juga di sana untuk berkoordinasi di dalam kelancaran operasional. Itu di Ciwandan, Wika Beton, BBJ Bojonegara, BBJ Muara Pilu, Krakatau Bandar Samudera, dan Pelabuhan Panjang di sisi Lampung," imbuhnya.

Dari sisi keselamatan kapal dan penumpang, lanjutnya, ia percaya nakhoda kapal pasti sudah menguasai itu sepenuhnya.

"Pada saat misalnya kapal itu berangkat, apa saja yang harus disiapkan, apa regulasinya, dan semua itu harus diperhatikan. Walaupun terjadi cuaca ekstrem, kita itu selalu dipantau dan memonitor kondisi cuaca yang ada pada saat itu. Di POCC, pusat komando kita itu, kita terhubung langsung dengan aplikasinya BMKG. Misalnya ternyata kecepatan angin itu sudah kecepatan angin misalnya 30 knot, stop operasi. Jadi begitu sudah segitu ya sudah, jangan berangkat," pungkasnya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik