Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketersediaan stok beras di gudang Perum Bulog Cabang Cianjur, Jawa Barat, diklaim relatif aman menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Saat ini, Bulog Cianjur menyimpan hampir 18 ribu ton beras, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Cianjur, Jajang Nurohman, mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras di wilayah tersebut.
"Stok keeping stock beras kita di gudang ada sekitar 18 ribu ton. Masyarakat tak perlu khawatir karena stok aman untuk beberapa bulan ke depan," kata Jajang, Minggu (14/12).
Jajang menjelaskan, beras yang tersedia di Bulog digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai pelaksanaan program penugasan dari pemerintah pusat. Tujuan utamanya adalah menstabilkan pasokan dan harga pangan di lapangan sekaligus memberikan bantuan sosial.
Program penyaluran tersebut mencakup bantuan pangan bertujuan menekan pengeluaran masyarakat kurang mampu yang terdata pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial.
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapapun untuk mengamankan harga dan pasokan di pasar.
Selain itu, Bulog juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menstabilkan harga melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Secara konsep stabilisasi, insya Allah untuk wilayah Cianjur kondusif. Data yang kami terima dari pemerintah pusat, berdasarkan SP2KP bulanan, harga (beras) cenderung stabil. Ini artinya, penugasan dari pemerintah pusat sudah terealisasi dengan baik di Cianjur," pungkas Jajang. (BB/P-5)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved